Motif Pria Lempar Molotov ke 2 Pos Lantas Surabaya: Sakit Hati Ditilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi usai diduga pelemparan bom molotov ke Pos Polisi Lalu Lintas A. Yani Margorejo di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi usai diduga pelemparan bom molotov ke Pos Polisi Lalu Lintas A. Yani Margorejo di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Polisi menangkap seorang pria berinisial Yudha atau YGM pelaku pelemparan bom molotov ke Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Bundaran Waru, Surabaya. Aksi tersebut terjadi pada Sabtu (15/8) malam dan menyebabkan seorang anggota kepolisian terluka.

Pelaku diketahui bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol). Ia mengaku melempar molotov karena sakit hati setelah ditilang polisi.

"Iya, habis ditilang. (Sama) ada yang lapor warga ada orang (gila) kok gak ditilang," kata YGM dalam unggahan di akun Instagram Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, @luthfie.daily.

Pria berusia 30 tahun itu mengaku melempar dua bom molotov ke dua pos lalu lintas tersebut.

Ia mengatakan molotov tersebut dibuat menggunakan botol minuman energi dan bensin. Namun, salah satu lemparan tidak sampai masuk ke dalam ruangan pos polisi dan hanya mengenai bagian pintu depan.

"Pakai bensin. Yang satu nggak tembus, melenceng. Satu dinyalain langsung (lempar). Kayak game PUBG," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku sempat mondar-mandir di sekitar pos selama dua hari sebelum melakukan pelemparan molotov.

"Dia sekitar dua hari yang lalu bolak-balik di Pos Margorejo tadi. Berhenti, nggak pakai helm, merokok, mengejek-ejek. Ciri-cirinya di CCTV sama," ujar seorang anggota polisi dalam video tersebut.

Saksi juga mengatakan pelaku belakangan ini memendam kekesalan hingga akhirnya melakukan aksi pelemparan molotov.

"Pas ditilang memang nggak terima dia. Akhir-akhir ini ada yang nantang dan menyebalkan gitu merokok sengaja nggak pakai helm gitu. Terus pengakuan dari petugas KAI 'aku lihat Vario, pakai helm masuk ke pospolnya'," ujar saksi.

Saat ini, YGM masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motif dan rangkaian aksi pelemparan molotov tersebut.