Motif Sekeluarga di Malang Bunuh Diri: Utang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Catatan Redaksi: Bijaksanalah membaca konten ini. Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan!

Polisi periksa TKP sekeluarga di Malang tewas, Selasa (12/12/2023). Foto: Dok. Mili.id
zoom-in-whitePerbesar
Polisi periksa TKP sekeluarga di Malang tewas, Selasa (12/12/2023). Foto: Dok. Mili.id

Sekeluarga di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, bunuh diri pada Selasa (12/12).

Yang tewas adalah Wahaf (suami, 44 tahun), Sulikah (istri, 40), dan anak bungsu perempuan yang berusia 12 tahun.

Mereka meninggalkan anak sulung perempuan (sebelumnya disebut laki-laki) yang merupakan kembaran si bungsu.

Apa motif mereka bunuh diri?

"Dugaan motif karena memiliki beban keuangan (utang)," kata Kasi Humas Polres Malang, Ipda Muhammad Adnan, kepada kumparan, Rabu (13/12).

Sejauh ini polisi telah memeriksa 7 saksi dan melakukan Olah TKP: Rumah kontrakan yang keluarga Wahaf sewa.

Wasiat untuk Si Sulung

Mereka tewas di satu kamar. Terdapat cermin di meja rias di kamar itu yang ditulisi spidol dengan pesan:

'Kakak Jaga Diri

Papa, Mama, Adik pergi dulu

Nurut Uti, Kung, Tante dan Om

Belajar yang Baik

Uang Papa Mama untuk pemakaman jadi satu love you kakak-Papa'

Wasiat di cermin. Foto: Dok. Polres Malang