MPR Bakal Rapat Evaluasi Polemik LCC di Kalbar Bareng Event Organizer Besok
·waktu baca 2 menit

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto memastikan MPR akan menggelar rapat evaluasi terkait polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Evaluasi itu akan dilakukan bersama event organizer (EO) penyelenggara usai penilaian juri dalam lomba itu menuai sorotan.
“Betul, besok pagi itu kita evaluasi karena kita lagi reses toh, jadi baru kembali dari daerah dan tadi sudah meeting kecil pimpinan, besok kita evaluasi dengan EO-nya penyelenggaranya,” ungkap Abraham saat dihubungi kumparan, Selasa (12/5).
Abraham menjelaskan, berdasarkan hasil pembahasan internal, persoalan yang terjadi disebabkan gangguan teknis pada sound system saat perlombaan berlangsung.
Menurut dia, gangguan sound system membuat juri tidak mendengar jawaban peserta secara jelas.
“Oke, jadi itu dari sekretariat MPR ya yang melaksanakan, sudah kita rapatkan itu masalah teknis saja sound system-nya yang terganggu sehingga juri yang berdua itu tidak dengar jelas,” ungkap Abraham.
“Tapi persoalannya di EO-nya (event organizer-nya) itu tidak cepat ambil tindakan untuk reply kembali rekamannya,” lanjutnya.
Ia menilai insiden itu murni terjadi karena miskomunikasi akibat kendala teknis dalam pelaksanaan acara.
“Ya, persingkatnya itu hanya miskomunikasi, memang jurinya tidak mendengarkan yang jelas, jadi itu sudah dipertemukan, besok nanti kita akan rilis itu menjelaskan kesalahan teknis gitu ya,” jelas Abraham.
“Karena itu pakai event organizer, mereka yang atur, terus sound system-nya dan jurinya tidak jalan bagus maka terjadi salah jawab gitu, terjadi komunikasi. Kalau lihat di tren itu, jadi masalahnya di situ,” sambung dia.
Sekilas Polemik Penilaian
Polemik terjadi dalam lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada 9 Mei 2026.
Saat itu, regu SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus 5 karena jawabannya dinilai salah oleh dewan juri.
Namun, juri memberi poin 10 kepada regu SMAN 1 Sambas, yang menyampaikan jawaban yang sama seperti yang dilontarkan SMAN 1 Pontianak. Juri menilai, jawaban SMAN 1 Sambas benar.
