Muhadjir: Cuti Bersama Idul Adha Momentum Transisi Pandemi Covid ke Endemi
·waktu baca 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, menyebut cuti bersama Idul Adha menjadi momentum pergeseran pandemi COVID-19 menjadi endemi. Sebab, berbagai aktivitas bisa kembali dijalankan dalam momen libur panjang.
"Cuti bersama nanti akan dikaitkan dengan berbagai macam kegiatan, seperti arahan dari Bapak Presiden bahwa cuti bersama ini nanti akan menjadi penanda momentum transisi dari pandemi menuju endemi sebagaimana juga telah diumumkan oleh Bapak Presiden," kata Muhadjir di dalam Konferensi pers cuti bersama Idul Adha 1444H di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (22/6).
Muhadjir mengatakan, cuti bersama ditetapkan sebanyak tiga hari. Yakni mulai 28 hingga 30 Juni. Ditambah dengan tanggal 1 dan 2 Juli yang merupakan tanggal merah. Sehingga total akan ada lima hari libur.
"Akan terjadi libur panjang, itu yang nanti dimaksudkan adalah untuk menumbuhkan perekonomian melalui sektor pariwisata lokal," kata Muhadjir.
"Kemudian juga perpanjangan libur untuk tahun ini dalam rangka Idul Adha juga kita akan dimanfaatkan bertepatan dengan libur sekolah," ungkapnya.
Sebelumnya, keputusan cuti bersama tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas.
Presiden Jokowi mengatakan, dengan libur panjang tersebut, pemerintah ingin mendorong agar ekonomi di daerah meningkat. Termasuk memanfaatkan pergerakan ekonomi di pariwisata.
"Utamanya di pariwisata lokal jadi, karena kita lihat bisa, ya diputuskan," ucap Jokowi usai meninjau Pasar Parungpung, Kabupaten Bogor, pada Rabu (21/6).
