Muhadjir Heran, Rp 500 T Dana Kemiskinan Diisukan Habis untuk Rapat di Hotel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Foto: Intan Alliva/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Foto: Intan Alliva/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, buka suara soal isu dana penanggulangan kemiskinan sebesar Rp 500 triliun yang habis untuk rapat di hotel. Menurut Muhadjir, anggaran penanggulangan kemiskinan sebenarnya tidak sebesar itu.

"Jadi Rp 500 triliun itu adalah di Kementerian Keuangan, itu bukan murni penanggulangan kemiskinan. Itu adalah dana anggaran perlindungan sosial. Di samping menangani kemiskinan, itu juga subsidi-subsidi, mulai dari BBM, listrik, gas, kemudian ada juga iuran BPJS yang dibantu pemerintah," ujar Muhadjir di Kota Semarang, Selasa (31/1).

Ia menjelaskan, ratusan triliun rupiah dana itu tidak hanya dialokasikan bagi rakyat miskin saja, tapi rakyat Indonesia secara keseluruhan. Menurutnya, berdasarkan data yang ia dapatkan dari Kemensos, Tri Rismaharini, di tahun 2022 anggaran yang spesifik ditujukan untuk keluarga miskin ada sekitar Rp 72 triliun.

kumparan post embed

"Memang ada bantuan dari Dana Desa, kemudian DAK kabupaten/provinsi tetap tidak sebanyak Rp 500 triliun itu," ungkap Muhadjir.

Isu ini berawal saat Menpan RB, Abdullah Azwar Anas, mengungkapkan ada anggaran pengentasan kemiskinan sebesar Rp 500 triliun yang habis untuk rapat dan studi banding di hotel. Pernyataan ini ia ucapkan dalam acara Sosialisasi Permenpan RB No.1/2023 di Grand Sahid Raya, Jakarta Pusat, Jumat (27/1) lalu.

Meski mempertanyakan soal jumlah yang diungkapkan Azwar Anas itu, namun Muhadjir mengaku ia tetap mendukungnya. Apalagi tujuan Azwar Anas adalah meminta agar anggaran pengentasan kemiskinan digunakan sebaik-baiknya.

"Saya kira beliau, Menpan RB Azwar Anas, ada benarnya. Beliau pasti punya data di luar itu. Beliau minta hanya harus dioptimalkan dana itu betul-betul untuk orang miskin karena itu untuk bantuan orang miskin tidak boleh digunakan lain-lain," tutup Muhadjir.