Muhaimin Iskandar Kritik Jokowi soal UKP Pancasila

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PKB Movie Award Festival Film Pendek (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
PKB Movie Award Festival Film Pendek (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar melontarkan kritik kepada Presiden Joko Widodo. Kali ini, terkait pembentukan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

Saat menyampaikan pidato di PKB Movie Award, Muhaimin atau yang akrab dipanggil Cak Imin menyebut ide soal menjadikan Pancasila rumah kita sudah lama dimiliki PKB.

"Hari ini kita menyelenggarakan PKB Movie Award dengan tema Pancasila Ruma Kita. Ide ini jauh sebelum ide Jokowi membentuk UKP Pancasila," ujar Cak Imin di Kompleks Museum Fatahilah, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8).

"Bahkan jauh sebelum itu, ketika seluruh partai Islam menginginkan kembali ke Piagam Jakarta, satu-satunya yang menolak adalah PKB," lanjutnya.

Cak Imin menyebut di PKB saat itu ada tokoh Slamet Effendy Yusuf yang berperan besar agar Indonesia tak lagi menjadi negara Islam.

"Tapi ya gitu, kita enggak ada yang ngasih penghargaan. Kelas PKB tidak perlu penghargaan, kelas kita memberikan penghargaan," ujar Cak Imin disambut tawa para hadirin.

Mantan menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini juga mengkritik pemilihan Ketua UKP-PIP oleh Presiden yang merupakan akademisi. Saat ini, Ketua UKP-PIP dijabat oleh Yudi Latif.

"Jika saya Presiden, yang saya angkat jadi UKP Pancasila adalah Mas Raco (Raco Priyanto) dan Mbak Jajang C. Noer, bukan akademisi. Enggak akan bisa itu," tuturnya.

Menurut dia, Pancasila paling efektif disosialisasikan melalui film. "Kasih anggaran Rp 1 triliun, bikin film sebanyak-banyaknya, selesai itu," tuturnya.

"Disosialisasikan ke sekolah, diputar ke sekolah Jangan kebanyakan ceramah, diskusi. Bikin saja film yang bagus-bagus, yang bisa memperlihatkan nilai-nilai Pancasila. Selesai," imbuhnya.

Reporter: Ferio Pristiawan