Muhaimin Iskandar: PKB Belum Tentu Dukung Jokowi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cak Imin di DPP PKB (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Cak Imin di DPP PKB (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar membuka pendaftaran bakal caleg PKB di Kantor DPP PKB. Dalam sambutannya, Muhaimin mengaku belum memutuskan arah politik untuk 2019. Dia menilai akan ada kejutan di 2019.

"Kita belum masuk sampai di situ, nanti apakah kita ke Pak Jokowi atau bagaimana kita akan lihat sampai tahun 2018," kata pria yang karib disapa Cak Imin itu saat pendaftaran bakal caleg PKB, di DPP PKB, Jakarta, Senin (11/12).

Cak Imin memang belum berani berkomentar banyak soal sikap politik PKB pada pilpres 2019 mendatang. Dia menilai, akan banyak kejutan dan perubahan yang terjadi saat masa Pileg dan Pilpres 2019 dimulai.

"Saya tidak pernah berani berkomentar sebelum waktunya, soal capres cawapres tunggu waktunya. Saya ini politisi sekaligus prediksi. Saya melihat ke depan akan banyak sekali perubahan-perubahan di luar logika yang berkembang," imbuh Cak Imin.

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu mengatakan, kejutan itu tidak akan muncul dari tempat lain. Kejutan justru akan dibuat oleh partainya sendiri.

"Akan terjadi banyak kejutan-kejutan. Bagaimana kejutan itu, ya kita ciptakan kejutan-kejutan itu. Enaknya penyuruh sekaligus pelaku kan di situ. Saya prediksi 2019 akan terjadi kejutan-kejutan dahsyat, bagaimana itu, ya nanti kita ciptakan kejutan itu," ucap Cak Imin.

Sebelumnya suara PKB di Pemilu 2014 melonjak tinggi. PKB meraih suara sebesar 9,04 persen atau berjumlah 11.298.957 suara meningkat pesat dibanding Pemilu 2009 dengan jumlah suara 4,94 atau 5.146.122 suara.