Muhammad Aming, Bocah Malaysia yang Serukan Pentingnya Bermasker, Meninggal
·waktu baca 2 menit

Masyarakat Malaysia tengah dilanda duka mendalam. Muhammad Aming Salleh Abdullah, anak lelaki yang menjadi sorotan publik akibat nasihat pentingnya mematuhi protokol kesehatan, dilaporkan meninggal dunia.
Dikutip dari media Malaysia Bernama, anak lelaki berusia 9 tahun ini berpulang setelah mengalami sesak napas pada Kamis (26/8) pukul 1.30 dini hari waktu setempat.
Ibunda Muhammad Aming, Santi Sabri, mengatakan bahwa putra bungsunya mengembuskan napas terakhir di kediaman mereka di Jalan Kuhara, negara bagian Sabah, Malaysia.
“Putra saya dalam keadaan sehat saja berlari-lari kemarin. Bahkan ia sempat mengangkat barang dan membantu saya berjualan di Pasar Sin Onn kemarin. Kira-kira pukul 12 tengah malam tadi, dia mengatakan mau makan mi, satu jam kemudian tiba-tiba ia melantunkan azan dan salat, sebelum ia meninggal dunia,” ujar Santi (33) kepada wartawan.
Ayah dari Muhammad Aming, Alip Mohamad, mengungkapkan putra bungsunya mengidap penyakit asma dan mudah kelelahan.
Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, turut menyampaikan belasungkawanya atas wafatnya Muhammad Aming.
“Almarhum Dik Aming adalah anak yang sangat baik dan bijaksana. Mari sama-sama kita kirimkan Al-Fatihah untuk almarhum Dik Aming yang kita sayangi,” ujar PM Ismail dalam unggahan di akun Facebook miliknya.
Muhammad Aming menjadi sorotan publik Malaysia karena videonya yang menerangkan betapa pentingnya menjaga dan mematuhi protokol kesehatan untuk melawan pandemi COVID-19 yang tengah melanda.
PM Ismail Sabri, yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Senior (Pertahanan), pernah membagikan video Muhammad Aming yang meminta masyarakat untuk menggunakan masker di tengah-tengah pandemi ini.
