Muhammadiyah Berduka Atas Wafatnya Ibunda Jokowi: Bangsa Indonesia Kehilangan

Ucapan duka cita terus mengalir atas wafatnya ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo. Pimpinan Pusat Muhammadiyah pun menyampaikan duka cita yang mendalam.
"Inna Lillahi wa inna Ilaihi raji'un. Semoga almarhumah husnul khatimah dan diterima di sisi Allah SWT," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangannya, Rabu (25/3).
Haedar mengatakan tak hanya Jokowi yang kehilangan ibundanya. Namun bangsa Indonesia juga turut kehilangan.
"Semoga Pak Jokowi dan keluarga diberi kesabaran dan keikhlasan. Bangsa Indonesia kehilangan atas meninggalnya Ibunda Presiden dan ikut mendoakan atas kepergiannya untuk selamanya ke haribaan Allah SWT," kata Haedar.
Sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan keterangan pers mengenai meninggalnya sang ibunda, Sudjiatmi Notomihardjo. Di kediaman Ibu Noto di Banjarsari, Solo, Jokowi menjelaskan sang ibu meninggal karena sakit kanker.
"Ibunda Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia. Ibu sudah 4 tahun menderita sakit yaitu kanker. Sudah berobat, berusaha, berikhtiar ke RSPAD Gatot Subroto tapi Allah sudah menghendaki," kata Presiden Jokowi di lokasi, Rabu (25/3) malam.
Atas nama keluarga, Presiden Jokowi meminta maaf atas kesalahan almarhumah. "Saya ingin memohonkan doa atas segala dosanya diampuni Allah SWT dan husnulkhatimah," ujar Jokowi.
****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
