Muhammadiyah: Jangan Mudik, Selamatkan Kehidupan Lebih Penting daripada Tradisi

Pimpinan Pusat Muhammadiyah tuurt mengimbau masyarakat tak mudik pada lebaran Idul Fitri bulan Mei, melihat pandemi corona diprediksi belum mereda nanti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menjelaskan mudik memang dianggap sebagi bentuk silaturahmi, tak wajib dilakukan jika sedang dalam kondisi darurat seperti saat ini.
"Mudik adalah tradisi masyarakat Indonesia sebagai bentuk silaturahmi. Walaupun dilaksanakan dalam satu rangkaian Idul Fitri, mudik bukan merupakan ajaran agama. Karena itu tidak ada masalah apabila tidak mudik," ujar Abdul dalam keterangan resminya, Senin (30/3).
Abdul mengatakan, dalam Islam menyelamatkan kehidupan orang banyak lebih penting daripada sekedar melaksanakan tradisi. Dikhawatirkan tradisi mudik akan memperluas penyebaran virus corona.
"Di dalam ajaran Islam, menyelamatkan kehidupan jauh lebih penting dibandingkan dengan melaksanakan tradisi yang mengandung risiko keselamatan," terangnya.
"Karena itu jika tidak benar-benar mendesak sebaiknya masyarakat tidak mudik pada Bulan Syawal 1441 H. Silaturahmi dapat dilaksanakan dengan cara lain pada waktu yang lain apabila situasi sudah membaik dan aman," imbuhnya.
Menurut Abdul, silaturahmi saat ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, tak harus dengan mudik ke kampung halaman. Mulai dari berkirim surat, email telepon, hingga video call.
"Inti silaturahmi adalah saling mendoakan, berbagi suka-duka, dan membantu meringankan beban atau masalah," pungkasnya.
Saat ini penyebaran virus corona di daerah-daerah mulai meluas. Hal ini terjadi karena banyak perantau yang pulang kampung di tengah mewabahnya virus corona.
Seperti kasus ribuan pemudik di Wonogiri, Jawa Tengah, yang pulang dari Jabodetabek. Selain itu, ada kasus seorang sopir bus jurusan Bogor-Wonogiri dinyatakan positif virus corona.
-------------------------------------
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
