Muhammadiyah Kaji Salat Jumat 2 Kali bagi Masjid Penuh karena Jaga Jarak

Konsep new normal atau tatanan kehidupan baru menjadi perhatian masyarakat luas. Menteri Agama pun telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Masa Pandemi.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menjelaskan dalam penerapan new normal tersebut maka masjid harus memberlakukan physical distancing. Akan tetapi penerapan physical distancing ini menyebabkan masjid menjadi penuh terutama saat salat Jumat.
Untuk itu, Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) menjelaskan bahwa salat Jumat bisa dilakukan dua angkatan atau gelombang.
"Di banyak tempat sudah dilakukan seperti itu dan ini Muhammadiyah melakukan kajian secara fikihnya dan secara fikih ternyata juga tidak ada masalah kalau masjid tidak mencukupi dengan physical distancing satu angkatan (salat Jumat) tidak cukup maka bisa salat Jumat di angkatan berikutnya," kata Agus di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (1/6).
"Masjid harus physical distancing di mana nanti masjid tidak cukup sampai halaman pun tidak cukup maka sangat dimungkinkan di sebuah tempat salat Jumat dilajukan bergelombang," tegasnya.
Agus menjelaskan bila salat Jumat angkatan pertama dilaksanakan pukul 12.00 WIB, maka salat Jumat angkatan kedua bisa dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB.
Dia mencontohkan juga bagaimana Masjid Nabawi juga kapasitas yang digunakan hanya 40 persen.
"Di Masjid Nabawi saja sekarang masjid tidak boleh lebih dari 40 persen kapasitas umum. Jadi ketika nanti semua masjid kapasitasnya jadi 40 persen maka pasti suatu saat bisa dilaksanakan lebih dari satu gelombang," pungkasnya.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona
