Muhammadiyah Keluarkan Imbauan Efisiensi-Hidup Hemat: Kurangi Acara-Kunker
·waktu baca 2 menit

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran nomor l 5/EDR/I.0/B/2026 tentang Imbauan Efisiensi dan Budaya Hidup Hemat.
Surat imbauan itu ditandatangani Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Muhammadiyah Muhammad Sayuti.
"Menyampaikan bahwa situasi perekonomian nasional dan global saat ini perlu disikapi dengan kebijaksanaan bersama, dengan ini kami mengimbau kepada seluruh elemen persyarikatan untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran, melaksanakan kegiatan, dan menjalani kehidupan," tulis edaran tersebut.
Ada 8 poin langkah-langkah yang diharapkan dilaksanakan pimpinan persyarikatan pada setiap tingkatan, sebagai berikut:
- Mengedepankan efisiensi, penggunaan anggaran belanja, dan menghindari pengeluaran yang tidak mendesak.
- Memprioritaskan program dan kegiatan yang bersifat strategis dan berdampak langsung serta mengurangi kegiatan-kegiatan seremonial yang kurang diperlukan.
- Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara efektif dan bertanggung jawab.
- Mengurangi acara-acara regional-nasional dan kunjungan-kunjungan langsung berbiaya tinggi yang dapat digantikan dengan rapat koordinasi atau kegiatan secara daring.
- Membatasi frekuensi kunjungan ke luar negeri, khususnya untuk kegiatan yang tidak bersifat prioritas, serta tidak melibatkan pihak yang tidak memiliki kepentingan langsung, dengan memperhatikan prinsip efisiensi anggaran.
- Penghematan air, listrik, dan energi di setiap kantor, gedung, dan ruangan. Sebagai alternatif, penghematan listrik dapat dimulai dengan menggunakan panel surya.
- Menguatkan budaya hidup cukup, sehat, bersih, dan produktif.
- Mempraktikkan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) serta Risalah Islam Berkemajuan dalam seluruh aspek kegiatan.
"Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan penghematan, memperkuat kemandirian, serta menjaga stabilitas dan kelangsungan Persyarikatan Muhammadiyah," jelasnya.
