Muhammadiyah Lahir di Kauman, Didukung Keraton Yogya, Berkhidmat pada Umat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat malam Orasi Penganugerahan Hamengku Buwono IX Award di Bangsal Sri Manganti, Kraton Yogyakarta, Kamis (19/12/2024). Foto: Dok. PP Muhammadiyah
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat malam Orasi Penganugerahan Hamengku Buwono IX Award di Bangsal Sri Manganti, Kraton Yogyakarta, Kamis (19/12/2024). Foto: Dok. PP Muhammadiyah

Ketum PP Muhammadiyah bercerita tentang sejarah Muhammadiyah saat Orasi Penerimaan Anugerah Transformasi Mental dan Kebudayaan Indonesia atau Hamengku Buwono IX Award di Bangsal Srimanganti, Keraton Yogyakarta, Kamis (19/12) malam.

Haedar mengatakan Muhammadiyah hadir 112 tahun lalu. "(Muhammadiyah) organisasi Islam yang lahir dari di Kauman Yogyakarta 112 tahun lalu, pendirinya Kiai Haji Ahmad Dahlan juga seorang Penghulu Keraton," katanya.

"Yang kelahirannya (Muhammadiyah) didukung penuh oleh Keraton Yogyakarta untuk berkhidmat bagi kepentingan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta," jelasnya.

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat malam Orasi Penganugerahan Hamengku Buwono IX Award di Bangsal Sri Manganti, Kraton Yogyakarta, Kamis (19/12/2024). Foto: Dok. PP Muhammadiyah

Haedar mengaku terhormat menerima anugerah ini. Terlebih Haedar menempuh S2 dan S3 juga di UGM.

"Haturan terima kasih disampaikan secara khusus kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Keluarga Kraton Yogyakarta atas penganugerahan dengan penisbahan nama Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang tentu sangat sarat makna," katanya.

kumparan post embed
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat malam Orasi Penganugerahan Hamengku Buwono IX Award di Bangsal Sri Manganti, Kraton Yogyakarta, Kamis (19/12/2024). Foto: Dok. PP Muhammadiyah