Muhammadiyah Sarankan Umat Kurban Uang Ketimbang Sembelih Hewan di Tengah Corona

kumparanNEWSverified-green

Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Tak ada yang tahu kapan pandemi corona akan berakhir. Di sisi lain, dalam waktu dekat, Hari Raya Idul Adha 1441 H akan tiba. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong umat Islam agar mengalihkan uang untuk kurban untuk membantu kaum duafa yang terdampak corona.

Dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2020 Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Salah satu bunyinya adalah pandemi COVID-19 menimbulkan masalah sosial ekonomi dan meningkatnya jumlah kaum duafa, karena itu sangat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang dari pada menyembelih hewan kurban.

"Mereka yang memiliki harta pas-pasan untuk berkurban, sangat dianjurkan sekali untuk mengalihkan dana kurbannya menjadi bantuan untuk para duafa yang terdampak COVID-19. Karena semakin banyak umat yang terdampak karena COVID ini kemudian menjadi duafa," ujar Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (24/6).

embed from external kumparan

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC), Agus Syamsuddin menjelaskan bahwa bagi warga Muhammadiyah bisa berkorban melalui Lazismu. Di mana dana dikonversi untuk didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Seperti daerah tertinggal, terpencil, dan terluar agar diolah menjadi kornet.

"Kedua kalau korban sebaiknya gimana? Pilihan pertama diserahkan ke orang lain misal Lazizmu," ujarnya.

"Pilihan kedua jika harus, maka pertama disadari di manapun harus ada pembatasan. Kalau biasanya di suatu tempat dapat 10 sapi dan 25 kambing maka kita menyarankan ada pembatasan," ujarnya.

Begitu pula dengan waktu pelaksanaan kurban juga dibatasi. Misal dilaksanakan dalam waktu tiga jam saja untuk mengurangi kerumunan. Para takmir masjid pun diminta untuk membuat panitia yang betul-betul bisa menerapkan protokol kesehatan seperti biasa physical distancing, masker, tempat cuci tangan, dan hand sanitizer.

Kambing kurban yang dijual di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (9/8). Foto: Abdul Latif/kumparan

"Waktu sependek mungkin dan sepadat mungkin," katanya.

"Kepada para takmir membuat panitia yang betul-betul seperti protokol seperti biasa physical distancing menjaga jarak. Kedua memakai masker dan disiapkan cuci tangan dan hand sanitizer," katanya.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.