Muhammadiyah soal Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Investigasi dan Selidiki

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara permukiman penduduk yang hangus terbakar dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara permukiman penduduk yang hangus terbakar dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jalan Koramil, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara menyebabkan belasan orang meninggal dunia. Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas musibah itu.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, berdoa semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

"Yang sakit diberikan kesembuhan, keluarga dan masyarakat yang tertimpa musibah diberikan kesabaran," kata Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Sabtu (4/3).

Muhammadiyah mengapresiasi pemerintah yang menanggung biaya pengobatan korban. Namun, Muhammadiyah juga meminta agar investigasi dan penyelidikan harus terus dilakukan kepolisian.

"Polisi perlu terus melakukan investigasi dan penyelidikan terkait penyebab kebakaran," tegas Abdul Mu'ti.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti di Universitas Atmajaya, Jakarta, Rabu (25/1/2023). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sebelumnya, investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran di Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara sudah dimulai. Tim Puslabfor Bareskrim Polri sudah tiba di lokasi kejadian.

Saat ini, mereka tinggal menunggu izin dari pihak Pertamina, sebelum melakukan investigasi tersebut.

"Sini hadir Kapuslabfor Mabes (Polri), di sini tentu akan lakukan bersifat scientific," ucap Kabid Humas Polda Metro Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

"Semalam kita fokuskan pemadaman, pendinginan kemudian HSE (Health Safety Environment) dari pertamina clear baru kita lakukan penanganan," sambung dia.

Kebakaran di Depo Pertamina Plumpang terjadi sejak Jumat (4/3). Menurut data terkini, korban jiwa akibat musibah itu mencapai 15 orang.