Muhammadiyah Tak Cawe-cawe Kader Masuk Kabinet: Prabowo Kuasai Peta Indonesia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bertemu Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (4/9/2024). Foto: X/@prabowo
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bertemu Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (4/9/2024). Foto: X/@prabowo

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir tak cawe-cawe atau ikut campur soal apakah kader Muhammadiyah akan masuk kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Haedar mengatakan susunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden.

"Sekali lagi, kita hormati, kita percaya dan Pak Prabowo itu sosok yang menguasai peta Indonesia, peta kekuasaan masyarakat," kata Haedar usai meresmikan gedung UMY Student Dormitory dan Djarnawi Hadikusuma di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kabupaten Bantul, Jumat (4/10).

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat meresmikan gedung UMY Student Dormitory dan Djarnawai Hadikusuma di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kabupaten Bantul, Jumat (4/10). Foto: Panji/kumparan

Lanjut Haedar, siapa pun yang dipilih oleh Prabowo akan merepresentasikan berbagai profesi yang ada di masyarakat.

"Sehingga yang dipilih oleh beliau (Prabowo) itu juga akan merepresentasikan berbagai profesi golongan, kekuatan yang ada di masyarakat. Jadi itu pesan kami," katanya.

Sebelumnya, salah satu kader Muhammadiyah yang santer masuk kabinet Prabowo adalah Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.

"Jangan mendahului presiden terpilih, jadi kita tunggu 20 Oktober seluruhnya hak prerogatif presiden kita hargai," kata Haedar.