Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 21 April 2023, Ini Penjelasannya
·waktu baca 2 menit

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada 21 April 2023. Dalam menentukan kalender Islam, Muhammadiyah tidak berdasarkan penampakan hilal melainkan posisi matahari, bumi dan bulan. Sementara pemerintah berdasarkan pengamatan hilal (wujudul hilal)
"Kriteria mabim tinggi bulan sekurang-kurangnya 3 derajat dan elongasi jarak bulan matahari 6,4 derajat itu belum terpenuhi untuk dapat dilihat," kate Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, dikutip dari akun Instagram Muhammadiyah, Sabtu (15/4).
"Wujud hilal yang tidak berpatok penampakan, maka esok sudah bulan baru yaitu 1 Syawal, 21 April," tutur Anwar.
Penetapan 1 Syawal antara Muhammadiyah dan pemerintah ini kemungkinan akan berbeda. Sebab pemerintah belum menetapkan kapan 1 Syawal.
Kementerian Agama baru akan menggelar Sidang Isbat 1 Syawal 1444 H pada Kamis (20/4) di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta.
Sidang penetapan Idul Fitri itu dilaksanakan secara tertutup, dan diikuti Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.
"Sebagaimana biasa, Sidang Isbat awal Syawal selalu dilaksanakan pada 29 Ramadhan. Tahun ini, bertepatan dengan 20 April 2023," ungkap Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag, Kamaruddin Amin.
Kamaruddin menjelaskan, sidang isbat akan diawali dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal yang disampaikan Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Berdasarkan data hisab, pada hari Kamis, 29 Ramadhan 1444H / 20 April 2023 M, posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0° 45' (0 derajat 45 menit) sampai 2° 21,6' (2 derajat 21,6 menit) dengan sudut elongasi antara 1° 28,2' (1 derajat 28,2 menit) sampai dengan 3° 5,4' (3 derajat 5,4 menit).
