Muhammadiyah Usai Haniyeh Wafat: Akan Lahir Pemimpin Baru Lanjutkan Perjuangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemimpin tertinggi kelompok Palestina Hamas, Ismail Haniyeh, menghadiri upacara pengambilan sumpah Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian di parlemen di Teheran, Iran, Rabu (31/7/2024). Foto: Majid Asgaripour / WANA / via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin tertinggi kelompok Palestina Hamas, Ismail Haniyeh, menghadiri upacara pengambilan sumpah Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian di parlemen di Teheran, Iran, Rabu (31/7/2024). Foto: Majid Asgaripour / WANA / via REUTERS

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas tewasnya Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran, Iran. Ia tewas dibunuh Israel di kota tersebut.

Mereka yakin, akan ada tokoh baru yang bakal melanjutkan perjuangan Haniyeh.

"Kami yakin lahir pemimpin-pemimpin baru yang melanjutkan perjuangannya untuk kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina," kata Edy Kuscahyanto, Ketua Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum, PP Muhammadiyah, lewat keterangan tertulisnya, Rabu (31/7).

Muhammadiyah juga mengapresiasi langkah Haniyeh, yang mau berdamai dengan faksi Fatah untuk mewujudkan perjuangan Palestina secara kolektif. Tapi itu saja tak cukup.

Muhammadiyah merasa, dunia harus bersatu untuk menghadapi kekejian Israel yang menindas Palestina selama ini.

"Karena itu, kami mengharap proses menuju perdamaian dan keadilan dilanjutkan oleh pejuang-pejuang yang menggantikannya. Masyarakat dunia harus Bersatu menghadapi segala bentuk penjajahan, pendudukan, dan kekejaman oleh Israel atas rakyat Palestina," kata Edy.

Ismail Haniyeh tewas di Teheran saat menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezehskian. Mengutip Al Jazeera, Haniyeh dan seorang pengawalnya tewas setelah gedung tempat tinggal mereka dihantam serangan.