MUI Banyuwangi Duga Darmanto Tusuk Affandi Kesal Ditegur Duduk di Asrama Putri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua MUI Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi KH Affandi Musyafa mendapat perawatan usai ditusuk oleh orang tak dikenal. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua MUI Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi KH Affandi Musyafa mendapat perawatan usai ditusuk oleh orang tak dikenal. Foto: Dok. Istimewa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi menduga motif penusukan terhadap Ketua MUI Kecamatan Pesanggaran KH Affandi Musyafa oleh Darmanto (34) dilatarbelakangi kesal dan sakit hati.

Ketua MUI Banyuwangi KH. M. Yamin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, sebelum peristiwa penyerangan terhadap KH Affandi, pengasuh Ponpes Al-Hidayah ini sempat menegur pelaku.

Musababnya, pelaku duduk-duduk di sekitar asrama putri, yang mana dalam lingkungan pondok pesantren memang tidak diperbolehkan.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, jadi pelaku ini ditegur oleh pak kiai. Saat pas duduk di sekitar pondok putri. Mungkin juga marah dan tidak terima," kata KH. M. Yamin saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/2).

Polisi menangkap DR (34), pelaku penusukan terhadap ketua MUI di Banyuwangi. Foto: Dok. Istimewa

Diduga kuat, karena tak terima Darmanto nekat melakukan percobaan pembunuhan dengan menyerang sang kiai menggunakan senjata tajam jenis belati.

Akibat perbuatan pelaku, KH Affandi harus dilarikan ke RS Al Huda Genteng, untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka serius di bagian rahang dan pinggang usai terkena belati.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polresta Banyuwangi, Iptu Lita Kurniawan mengatakan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

"Untuk penanganan perkara karena TKP-nya di Polsek Pesanggaran kita tetapkan di sana. Untuk soal teknis akan dilakukan kolaborasi antara Polresta Banyuwangi dengan Polsek Pesanggaran," terang Lita.

Sejauh ini, kata Lita, keterangan pelaku masih berubah-ubah. Sehingga aparat belum mengetahui motif penyerangan dan penusukan yang dilakukannya kepada salah satu tokoh agama tersebut.

"Kita tunggu penyidik sampai selesai melakukan penyidikan," ungkapnya.