MUI: Bebaskan Wartawan Republika
·waktu baca 1 menit

MUI terus memonitor kasus penculikan dua wartawan Republika yang diduga diculik Israel, saat berlayar bersama kapal-kapal Global Sumud Flotila, pada Senin (18/5). Dua jurnalis itu, yakni Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai (Ody), diduga diculik pada pukul 04.00 waktu setempat.
Mengomentari hal tersebut, Ketua Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Sudarnoto Abdul Hakim mengecam keras peristiwa tersebut.
"Atas nama MUI saya ingin menegaskan bahwa tindakan Israel yang menghalangi langkah kemanusiaan melalui kapal Sumud Flotilla termasuk penculikan wartawan Republika yang ikut serta dalam misi ini adalah tindakan yang memalukan," kata Sudarnoto, lewat keterangan tertulisnya, Senin (18/5).
Bagi Sudarnoto, langkah ini justru mencerminkan sikap Israel yang begitu takut atas aksi-aksi kemanusiaan. Sebab, Israel takut hal ini memicu perlawanan global yang lebih luas.
"Penculikan kepada wartawan Republika dan kepada siapa pun yang berusaha menembus blokade Israel untuk misi kemanusiaan ini diyakinkan akan memperbesar perlawanan global kepada Israel," kata Sudarnoto.
Sementara itu, Sudarnoto juga mengingatkan pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah perlindungan bagi warga negaranya.
"Kepada pemerintah Indonesia saya juga mendorong langkah-langkah terukur untuk melindungi seorang warga negara yang diculik Israel, jangan biarkan ditahan oleh Israel, membebaskan sekaligus melakukan pembelaan riil kepada Palestina hingga merdeka," kata Sudarnoto.
