MUI Bersyukur 9 WNI Relawan GSF yang Sempat Diculik Israel Kini Dibebaskan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim (dua kanan) didampingi Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdun (empat kiri),memberikan keterangan pers usai penyambutan delegasi. Foto: Bayu Pratama S/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim (dua kanan) didampingi Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdun (empat kiri),memberikan keterangan pers usai penyambutan delegasi. Foto: Bayu Pratama S/Antara Foto

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim menyebut, penangkapan sembilan WNI aktivis Global Sumud Flotilla melanggar hukum internasional.

Saat ini sembilan WNI itu sudah dibebaskan oleh Israel. Saat ditahanan mereka sempat mendapat penyiksaan dari tentara Israel.

Terkait pembebasan kesembilan orang itu, Sudarnoto menyampaikan rasa syukur. Ia menyebut pembebasan terwujud berkat langkah diplomatik hingga tekanan publik.

Kru Armada Global Sumud saat kapal angkatan laut Israel mencegatnya dalam pelayaran menuju Gaza dalam upaya untuk mengirimkan bantuan pada Senin (18/5/2026). Foto: Global Sumud Flotilla

"Pemerintah Indonesia juga melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk pembebasan ini," kata Sudarnoto dalam keterangan pers yang diterima kumparan, Jumat (22/5).

"Aksi penculikan ini memang benar-benar melanggar hukum internasional dan juga melampaui batas batas nurani dan akal sehat. Apalagi IDF juga memperlakukan para pejuang kemanusiaan ini dengan sangat kasar, tidak manusiawi. Layak mereka ini dikutuk oleh semua orang," sambung dia.

Sejumlah aktivis Global Sumud Flotilla yang dideportasi Israel telah tiba di Bandara Istanbul, Turki, pada Kamis (21/5) waktu setempat. Foto: Ozan Kose/AFP

Berikut poin lengkap pernyataan Sudarnato soal penculikan sembilan WNI aktivis Global Sumud Flotilla:

1. Kejahatan Israel akan terus dilakukan dengan berbagai cara dengan level yang berbeda beda. Tujuannya jelas, menghancurkan semua cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk bantuan kemanusiaan dan dukungan sosial politik dan diplomatik untuk bela palestina.

2. Karena itu, pembebasan terhadap para pejuang melalui missi kemanusiaan Global sumud Flotilla itu tidak berarti kesalahan Israel kemudian terhapus. Israel yang didukung Amerika tetap menanggung kesalahan fatal.

3. Saya ingin tegaskan bahwa pembebasan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan BOP. Pembebasan ini adalah upaya bersama pemerintah melalui jalur diplomasinya dan masyarakat yang dilakukan berbagai organisasi seperti MUI, lembaga lembaga filantropi dan bela Palestina, aktor media dan sebagainya. Peran para tokoh bangsa dan ulama juga penting dengan caranya masing masing. Suara moral mereka ikut mempengaruhi pembebasan WNI

4. Pembebasan yang dilakukan terhadap pejuang kemanusiaan mengajarkan kita semua bahwa perjuangan yang sungguh-sungguh dan dilakukan secara bersama akan berhasil. Karena itu, kunci untuk membebaskan Palestina dan menyeret agar Israel diberikan sanksi internasional, adalah kebersamaan dan kesungguhan.

5. Saya salut kepada semua delegasi Global Shumud Flotilla khususnya Indonesia yang telah istiqomah dan berani melakukan langkah penting, bersejarah meskipun penuh risiko. Tolong tularkan spirit begini kepada anak anak muda lainnya.

6. Terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah sungguh sungguh melakukan langkah penting untuk misi pembebasan ini. Juga kepada Global Sumud indonesia yang telah dengan jerih payah menyiapkan segala sesuatunya untuk perjuangan kemanusiaan melalui Global Sumud Flotilla. Terima kasih juga disampaikan kepada lembaga lembaga filantropi dan bela palestina yang ikut mengawal misi penting ini. Insyaallah Palestina merdeka.