MUI Desak Pemerintah Batalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim (dua kanan) didampingi Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdun (empat kiri),memberikan keterangan pers usai penyambutan delegasi. Foto: Bayu Pratama S/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim (dua kanan) didampingi Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdun (empat kiri),memberikan keterangan pers usai penyambutan delegasi. Foto: Bayu Pratama S/Antara Foto

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi opera asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. Desakan itu berkaitan dengan temuan MUI mengenai dugaan keterlibatan Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana yang berhubungan dengan militer Israel.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan tim MUI menemukan informasi mengenai keterlibatan Bocelli dalam kegiatan yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010.

FIDF merupakan organisasi yang menghimpun dana untuk mendukung militer Israel. Menurut Sudarnoto, informasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan MUI dalam menolak rencana konser Bocelli di Indonesia.

"Yang menjadi masalah adalah temuan tim dari MUI. Pada 2010, Andrea Bocelli disebut terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) untuk menggalang dana dalam jumlah sangat besar,” kata Sudarnoto dalam keterangan yang diterima kumparan, Kamis (22/10).

Sudarnoto menyebut kajian MUI juga mencakup informasi dari tahun-tahun sebelumnya, yakni 2003, 2008, 2010, hingga 2025. MUI, kata dia, turut berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait persoalan tersebut.

Andrea Bocelli tampil dalam upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Foto: Carl De Souza / AFP

Konser Andrea Bocelli sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada Sabtu (31/10) dan di Jakarta pada Selasa (3/11).

Ia menegaskan, persoalan dukungan terhadap Israel dan Zionisme menjadi perhatian MUI dalam menyikapi rencana konser itu. Menurutnya, rencana kehadiran Bocelli di Indonesia perlu dilihat dari aspek yang lebih luas daripada seni dan musik, termasuk sikap terhadap konflik Israel-Palestina.

Sudarnoto mengakui terdapat perbedaan pandangan di antara peserta dialog yang terdiri dari pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh lintas agama, budayawan, dan seniman. Namun, ia menilai perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dalam forum diskusi.

"Sejumlah pembicara, baik dari Islam maupun non-Islam, sudah menyampaikan pandangan. Ada perspektif-perspektif yang memang berbeda, tetapi itu wajar saja,” ujar dia.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan MUI telah menyebarluaskan pernyataan sikap mengenai rencana konser Andrea Bocelli pada Selasa (13/10). Dalam pernyataan tersebut, MUI menyampaikan empat poin.

Pertama, MUI menolak dengan tegas rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia.

Kedua, MUI mendorong pemerintah mengambil langkah tegas dengan tidak memberikan izin dan membatalkan seluruh rencana konser tersebut.

Ketiga, MUI meminta pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia yang tidak terafiliasi dengan Zionis Israel. MUI menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan ekonomi dan kebudayaan nasional.

Keempat, MUI meminta Andrea Bocelli dan seluruh pihak terkait memahami serta menghormati sikap tersebut, sekaligus berharap tidak ada pandangan yang kontraproduktif terhadap keputusan MUI.