MUI Ingatkan Terus Dukung Palestina Merdeka, Sentil WNI yang Pro Israel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025).  Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menegaskan agar masyarakat Indonesia tidak pernah puas dan tidak menyerah dalam memperjuangkan kemerdekaan penuh bagi Palestina.

Ia menilai perjuangan itu merupakan panggilan hati nurani dan bentuk pengamalan nyata dari amanat konstitusi Indonesia.

"Jadi sebelum Palestina merdeka dan berdaulat sepenuhnya, seperti tadi prolog yang disampaikan Prof Sudarnoto, maka kita jangan merasa pernah menyerah gitu, jangan pernah merasa sudah cukup," ujar Amirsyah saat memberikan sambutan dalam pertemuan solidaritas untuk Palestina di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (7/10).

Amirsyah mengaku prihatin masih ada pihak yang menganggap MUI terlalu vokal dalam membela Palestina. Ia bahkan menyebut ada pejabat negara yang mempertanyakan sikap tegas MUI terhadap penjajahan Israel.

Namun, ia menegaskan bahwa keberpihakan terhadap Palestina adalah bentuk pembelaan terhadap kemanusiaan.

"Ada orang yang membisikkan telinga saya, kenapa si MUI itu terlalu nyinyir membela Palestina? Itu pejabat negara itu. Saya meragukan kecintaannya kepada Palestina. Bahkan tidak sedikit pembela Israel di negara kesatuan Republik Indonesia ini," ujarnya.

Ia menambahkan, perjuangan membela Palestina tidak hanya soal politik, tetapi juga soal kemanusiaan dan moral.

"Suara hati nurani itu enggak bisa dilawan oleh siapa pun. Karena suara hati nurani itu langsung bisikkan dari semacam hidayah dari Allah SWT. Jadi siapa yang menolak hidayah Allah, nanti dia kualat," kata dia.

Menurutnya, membiarkan atau mengabaikan penderitaan rakyat Palestina adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan konstitusi.

"Membiarkan, melalaikan, menelantarkan saudara-saudara kita di Palestina itu bentuk pengkhianatan. Bukan hanya pengkhianatan kemanusiaan, tapi juga pengkhianatan konstitusi. Karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan," pungkasnya.