MUI Jakarta Imbau Umat Muslim Salat Gerhana Bulan 28 Juli

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Umat Islam melaksanakan Salat di Masjid Istiqlal. (Foto:  Aditia Noviansyah)
zoom-in-whitePerbesar
Umat Islam melaksanakan Salat di Masjid Istiqlal. (Foto: Aditia Noviansyah)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta mengimbau umat Islam melaksanakan salat sunah gerhana bulan selama gerhana bulan total terjadi pada Sabtu (28/7) dini hari hingga subuh. Fenomena gerhana bulan terlama di abad 21 ini dapat dinikmati warga dan berlangsung pukul 01.24 WIB hingga 05.19 WIB.

"Terkait gerhana bulan tersebut, MUI Provinsi DKI Jakarta menyampaikan tausiyah (imbauan) kepada seluruh umat Islam di JKI Jakarta agar melaksanakan salat sunah gerhana bulan (salat Khusuf)," kata Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH. A.Syarifuddin A. Gani dalam keterangan tertulis, Jumat (27/7).

Syarifuddin menganjurkan agar warga terlebih dahulu mandi sebelum salat, termasuk bagi wanita yang tak sedang berhalangan.

"Karena Aisyah dan Asma ikut salat gerhana waktu Rasulullah SAW melakukan salat gerhana," kata Syarifuddin.

Salat gerhana menurut sunah dilaksanakan berjemaah di masjid maupun musala, dengan tanpa azan dan iqomah.

Tempat dan Waktu Terbaik untuk Amati Gerhana Bulan 28 Juli 2018 (Foto: Basith Subastian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tempat dan Waktu Terbaik untuk Amati Gerhana Bulan 28 Juli 2018 (Foto: Basith Subastian/kumparan)
Tempat dan Waktu Terbaik untuk Amati Gerhana Bulan 28 Juli 2018 (Foto: Basith Subastian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tempat dan Waktu Terbaik untuk Amati Gerhana Bulan 28 Juli 2018 (Foto: Basith Subastian/kumparan)

Waktu pelaksanaan salat gerhana bulan dimulai saat gerhana muncul hingga berakhir. Jika gerhana masih berlangsung saat sudah melaksanakan salat dan kotbah gerhana, umat Islam disunahkan untuk memperbanyak zikir dan meminta ampun (istighfar) kepada Allah SWT hingga berakhirnya gerhana.

Syarifuddin meminta umat Islam agar mengikuti salat gerhana bulan dengan baik, dan tetap duduk tenang untuk mendengarkan kotbah hingga gerhana selesai.

"Jika ada yang melaksanakan salat gerhana bulan setelah salat Subuh dan matahari belum terbit, maka hukumnya sah. Karena ada sebab yang bersamaan (muqarin) dengan waktu terjadinya gerhana bulan," tutup dia.

Berikut adalah infografik tata cara pelaksanaan salat gerhana:

Tata Cara Salat Sunnah Gerhana Bulan (Foto: Muhammad Faisal N/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tata Cara Salat Sunnah Gerhana Bulan (Foto: Muhammad Faisal N/kumparan)