MUI Jateng Kecam Pertunjukan Satanis di Karnaval Pekalongan: Rusak Maulid Nabi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karnaval Pekalongan di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/26) Foto: Instagram/@pekalonganinfo
zoom-in-whitePerbesar
Karnaval Pekalongan di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/26) Foto: Instagram/@pekalonganinfo

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengecam pertunjukan yang dinilai berbau satanis dalam parade Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026. MUI menilai pertunjukan tersebut tidak pantas, terlebih digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi.

"Apa yang tidak pantas dipandang umum dan itu kaitannya dengan agama yaitu tentu tidak baik itu. Apalagi itu dikaitkan dengan Maulid Nabi," ujar Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah KH Daroji saat dihubungi kumparan, Senin (14/9).

Ia menilai pertunjukan semacam itu justru dapat membuat citra peringatan Maulid Nabi menjadi buruk di Indonesia.

"Jangan-jangan di situ sengaja supaya agar orang itu memandang Maulid Nabi suatu yang tidak perlu dilakukan, mungkin begitu. Jangan-jangan maksudnya justru mau merendahkan Nabi dengan contoh yang disampaikan," ucapnya.

Ia menegaskan peringatan Maulid Nabi seharusnya diisi dengan kegiatan atau acara yang baik dan bermanfaat, bukan kegiatan yang justru menimbulkan kecaman di tengah masyarakat.

"Kalau sampai ada kecaman itu berarti memang itu tidak pantas dilakukan. Tidak pernah ya diajarkan kepada kita mengenai kelahiran seorang siapapun, apalagi Nabi. Nabi contoh yang terbaik, diperingati dengan cara yang tidak wajar dan tidak pantas itu tidak benar, gitu," tegasnya.

Ia pun meminta masyarakat mengisi peringatan Maulid Nabi dengan kegiatan positif dan memberikan manfaat.

"Jadi itu kita harapkan umat di Indonesia ini memperingati Rasulullah itu dengan ceramah, dengan membaca sholawat beliau. Dan dijelaskan perilaku Rasulullah itu begini dan contohnya menjadi contoh kehidupan kita semuanya. Harusnya itu yang dilakukan," jelasnya.

Daroji juga menyinggung kemungkinan adanya unsur penistaan agama dalam pertunjukan tersebut. Namun, ia berharap hal itu tidak terjadi.

"Mudah-mudahan tidak terjadi (penistaan). Tetapi bisa jadi orang yang kemudian mengarah ke sana ini penistaan, ini kok Nabi kok dicontohkannya begini. Itu bisa terjadi, tapi mudah-mudahan tidak terjadi," kata Daroji.