MUI Sulsel Tolak Panggung Seni di Makassar yang Diduga Digelar Komunitas LGBT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas Satpol PP berjaga di area Anjungan Pantai Losari yang sepi saat malam pergantian tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (31/12).  Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Satpol PP berjaga di area Anjungan Pantai Losari yang sepi saat malam pergantian tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (31/12). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO

Komunitas Sehati Makassar berencana menggelar panggung seni dalam memperingati International Day Against Homophobia, Biphobia, Intersexism, and Transphobia atau Idahobit pada Minggu (29/5) nanti di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sekretaris Umum MUI Sulsel Muammar Bakry menolak acara yang akan digelar oleh Sehati Makassar itu, sebab menduga itu sebagai kegiatan yang digelar komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

"Indonesia adalah negara berketuhanan dan semua agama tidak memperbolehkan perbuatan LGBT," kata Muammar, Selasa (24/5).

"Kita tidak boleh melakukan pembiaran ini,” sambungnya.

Sehati Makassar berencana menggelar kegiatan panggung seni di bertempat di Gamacca dan KWRSS. Kegiatan ini merupakan rangkaian Idahobit 2022.

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota Besar Makassar mengaku belum menerima laporan untuk kegiatan hari Minggu tersebut.

"Belum ada surat pemberitahuan kegiatan yang masuk," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Budi Haryanto.