Muktamar NU Akan Pilih 9 AHWA Lebih Dulu, Baru Tentukan Rais Aam dan Ketum

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gedung PBNU. Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gedung PBNU. Foto: Zamachsyari/kumparan

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan memiliki tahapan pemilihan yang dimulai dari penentuan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Sebanyak sembilan kiai sepuh akan dipilih sebagai AHWA sebelum forum menentukan Rais Aam PBNU dan kemudian Ketua Umum PBNU.

Wasekjen PBNU KH Imron Rosyadi Hamid atau Gus Imron menjelaskan, mekanisme pemilihan Rais Aam melalui AHWA sebenarnya bukan aturan baru. Mekanisme tersebut telah diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) NU dan telah diterapkan sejak Muktamar ke-33 di Jombang.

“Iya, iya. Kalau pilihan AHWA kan memang sudah diatur di anggaran rumah tangga yang lama. Itu kalau pemilihan Rais Aam melalui AHWA sudah, sudah fix berdasarkan aturan lama. Yang berpotensi berubah itu kan pemilihan ketua umum oleh AHWA,” kata Gus Imron saat dihubungi, Senin (24/8).

Gus Imron menjelaskan mekanisme pemilihan sembilan kiai sepuh untuk AHWA. Menurutnya, masing-masing cabang dan wilayah akan mengusulkan nama-nama ulama yang dinilai layak masuk dalam AHWA.

“Jadi gini, kalau AHWA itu, anggota AHWA itu kan sembilan kiai-kiai sepuh itu. Itu nanti dipilih berdasarkan usulan dari cabang-cabang dan wilayah. Iya kan? Mereka mengusulkan sembilan nama tapi kan pasti ada perbedaan dari susunan sembilan nama itu di antara cabang dan wilayah,” jelas Gus Imron.

“Mungkin ada dua tiga tokoh yang semuanya merata ada di seluruh usulan cabang wilayah, tapi ada tiga empat nama lain beda gitu. Nah itu ditabulasi nanti,” sambung dia.

Gus Imron kembali menjelaskan bahwa Rais Aam kini tidak dipilih lagi secara langsung oleh seluruh peserta Muktamar atau muktamirin. Rais Aam dipilih melalui musyawarah oleh sembilan anggota AHWA yang telah ditetapkan sebelumnya.

Ia pun menyatakan, di Muktamar NU ke-35 nanti, akan diputuskan pula apakah Ketua Umum dipilih oleh AHWA atau langsung oleh muktamirin.

“Ya kalau pemilihan Rais Aam oleh AHWA itu kan sudah dimulai di Muktamar Jombang dulu. Muktamar NU waktu Jombang sebelum Lampung ya. Muktamar 33. Itu memang Rais Aam yang dulunya dipilih langsung, dipilih oleh AHWA. AHWA ini singkatan dari Ahlul Halli wal Aqdi gitu lho,” katanya.

“Jadi ini adalah para ulama-ulama sepuh yang kemudian memilih Rais Aam. Nah Rais Aam itu diambil dari salah satu AHWA yang ada gitu. Nanti mereka bersepakat menunjuk siapa yang jadi Rais Aam. Memilih di antara mereka sendiri bermusyawarah berarti gitu. Nah setelah AHWA itu terpilih, Rais Aam sudah terpilih ya kan. Nah baru kan ke ketua umum, calon ketua umum,” sambung dia.

Adapun Muktamar ke-35 NU sendiri akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 mendatang di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.