Muncul 'BEM' Akan Beri Jokowi Gelar 'Alumnus Membanggakan', Ini Respons BEM UGM

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua BEM KM UGM Gielbran Muhammad Noor, di Bundaran UGM, Jumat (8/12/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua BEM KM UGM Gielbran Muhammad Noor, di Bundaran UGM, Jumat (8/12/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau BEM KM UGM, Gielbran Muhammad Noor, angkat bicara terkait munculnya Badan Etik Mahasiswa (BEM) UGM.

"Tidak ada kaitannya dengan BEM KM dan itu entitas yang terpisah. Justru saya baru dengar ini ada Badan Etik Mahasiswa, itu mungkin buatan secara mendadak gitu karena saya sama sekali tidak pernah mendapatkan informasi itu," kata Gielbran dihubungi awak media, Jumat (15/12).

Badan Etik Mahasiswa UGM itu juga disebut bukanlah unit kegiatan mahasiswa. "Bukan," katanya.

Sementara soal Badan Etik Mahasiswa UGM yang berbeda sikap dengan BEM KM UGM, Gielbran mengaku menghormati.

"Kita merespons secara normatif ya, artinya kami membebaskan setiap orang untuk berpendapat meskipun itu berbeda pendapat dengan kami itu bukan lah suatu hal yang masalah. Jadi monggo-monggo aja," katanya.

Presiden Jokowi resmikan pembukaan Munas Luar Biasa APEKSI Tahun 2023 di Bogor, Jumat (15/12). Foto: Dok. Biro Pers Setpres

Sebelumnya, Badan Etik Mahasiswa UGM ini akan memberikan aksi penyerahan nominasi Alumnus UGM Paling Membanggakan kepada Presiden.

Bisa dibilang aksi ini sebagai aksi tandingan yang sebelumnya pernah dilakukan BEM KM UGM dengan memberikan gelar Presiden Jokowi sebagai alumnus UGM paling memalukan.

Ketua Badan Etik Mahasiswa UGM Feri Agung Hermawan mengatakan di UGM terdapat berbagai macam organisasi. Badan Etik Mahasiswa ini merupakan komunitas.

"Di UGM ada beberapa macam organisasi. Bisa diklasifikasikan jadi 2 yang organisasi UKM yang resmi dikeluarkan oleh SK rektor, tetapi ada juga organisasi-organisasi yang berbasis komunitas. Mahasiswa diberikan kebebasan berekspresi sesuai minat dan bakat," kata Feri dihubungi, Jumat (15/12).

"Dan kami termasuk komunitas dari orang-orang yang menjunjung tinggi kebebasan berdemokrasi tapi tetap berpihak dari nilai-nilai etik dan penawaran ilmiah yang benar sesuai ilmu pengetahuan. Dan kami menamai komunitas kami Badan Etik Mahasiswa UGM," jelasnya.

Komunitas ini kata Feri berisi mahasiswa yang resah dan tak sependapat dengan Ketua BEM KM UGM Gielbran Muhammad Noor.

"Karena di publik hari ini dinilai bahwa kami mahasiswa UGM ini semua bisa diwakili oleh ketua BEM dengan segala sikapnya yang kontroversi, padahal sejatinya tidak. Kami ingin menunjukkan tidak, bahwa dari internal mahasiswa UGM pun ada pendapat yang berbeda," katanya.

Feri pun mengatakan tak ada pesanan dalam aksi ini. "Kalau pesanan politik tertentu tidak ada, kita bisa pastikan," katanya.

Aksi Badan Etik Mahasiswa UGM ini akan berlangsung di Bundaran UGM pada Jumat (15/12), pukul 14.00 WIB. Namun, hingga sore ini acara tak kunjung dilaksanakan.