Muncul Bibit Siklon 96S, Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Bali & Selatan Jawa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wisatawan mengamati ombak tinggi di kawasan wisata Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (20/7). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan mengamati ombak tinggi di kawasan wisata Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (20/7). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Bibit badai yang mempengaruhi cuaca Indonesia muncul lagi, kali ini dinamai Bibit Siklon Tropis 96S. BMKG mengumumkan, posisi bibit itu saat ini berada di Samudera Hindia di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).

BMKG menjelaskan, 96S mulai terbentuk pada 24 Desember 2025 pukul 18.00 UTC (01.00 WIB). Untuk saat ini, kata BMKG, bibit badai ini memiliki peluang rendah menjadi siklon tropis.

Bibit siklon tropis 96S memiliki dampak tak langsung berupa hujan lebat pada daerah-daerah berwarna merah, 26/12/2025. Foto: Dok BMKG

Adapun dampak tidak langsung hingga 26 Desember pukul 19.00 WIB berupa:

  • Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat: NTB dan NTT.

  • Angin kencang: Pesisir selatan Bali hingga NTT

  • Tinggi Gelombang kategori sedang (1.25 - 2.5 m): Perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga DI Yogyakarta, perairan selatan Pulau Lombok hingga Pulau Timor, dan Laut Sawu.

  • Tinggi Gelombang kategori tinggi (2.5 - 4.0 m): wilayah Selat Bali bagian selatan dan Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT.