News
·
14 Juni 2021 14:38
·
waktu baca 1 menit

Muncul Klaster Hajatan di Banyuwangi, 25 Orang Positif COVID-19

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Muncul Klaster Hajatan di Banyuwangi, 25 Orang Positif COVID-19 (96199)
searchPerbesar
Mobil pengimbau warga untuk patuh prokes di Dusun Ringinsari, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jatim, usai puluhan warganya positif COVID-19 dari klaster hajatan. Foto: Dok. Istimewa
Ledakan kasus COVID-19 terjadi di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Sebanyak 25 orang terkonfirmasi positif COVID-19 yang diduga terpapar setelah menghadiri hajatan.
ADVERTISEMENT
Kepala Desa Wringinpitu, Warsito membenarkan adanya ledakan kasus COVID-19 di desanya. Kasus ini pertama kali ditemukan, setelah ada satu warga yang positif terjangkit COVID-19 usai menghadiri hajatan di Dusun Ringinsari.
Setelah dilakukan tracing, ditemukan 3 warga lainnya yang juga menghadiri hajatan tersebut terpapar terkonfirmasi positif COVID-19.
"Jadi awalnya ada satu warga yang positif setelah menghadiri hajatan akhir bulan Mei lalu. Kemudian saat dilakukan tracing ada 3 warga lainnya yang menunjukkan gejala COVID-19. Setelah dilakukan tes swab antigen, ternyata mereka positif corona," kata Waskito, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/6).
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan setelah munculnya klaster hajatan ini, pihaknya langsung memperluas tracing terhadap kontak erat 4 pasien tersebut.
ADVERTISEMENT
Hasilnya pun mencengangkan. Ditemukan 21 warga lainnya yang juga terkonfirmasi positif COVID-19. 
"Yang terbaru hari ini ada dua tambahan warga positif. Jadi total sudah ada 25 warga yang terkonfirmasi positif COVID-19," ungkapnya.
Sejauh ini, tambah Widji, pihaknya belum menerima adanya kasus kematian dari klaster hajatan Desa Wringinpitu.
"Dari 25 pasien COVID-19, lima orang sudah dinyatakan sembuh. Saat ini masih ada 20 kasus aktif. Dua pasien menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan 18 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing karena tidak menunjukkan gejala," tutupnya.