Muncul Petisi Agar Jokowi Kembalikan Sejarah Jadi Mapel Wajib Siswa SMA/SMK

Beredar petisi agar Presiden Jokowi mengembalikan posisi mata pelajaran (mapel) Sejarah sebagai mapel wajib untuk siswa SMA/SMK sederajat. Petisi ini dibuat oleh Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) di laman change.org pada 15 September.
Dalam petisi itu, AGSI menjelaskan mapel Sejarah adalah media yang paling ampuh untuk memperkuat jati diri dan karakter manusia. Dikhawatirkan jika mapel Sejarah dihilangkan maka dapat menghilangkan ingatan anak bangsa terhadap sejarah bangsa.
"Bangsa yang tidak mengenal sejarahnya dapat diibaratkan seorang individu yang kehilangan memorinya, ialah adalah orang yang pikun atau sakit jiwa, maka dia kehilangan identitas atau kepribadiannya," tulis AGSI dalam petisi itu.
AGSI menegaskan generasi bangsa tak boleh begitu saja melupakan sejarah. Semua pihak pun diminta untuk menyelamatkan generasi bangsa agar tak melupakan sejarah.
Mari kita selamatkan generasi muda kita dari amnesia sejarah, mari kita selamatkan bangsa ini dari gerbang kehancuran. Sesungguhnya belajar dari sejarah adalah sebuah keharusan, bukan merupakan pilihan," terang AGSI.
Sampai saat ini, petisi itu telah ditandatangani lebih dari 9.400 orang dan akan terus bertambah.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) turut menanggapi petisi itu. Pengurus Besar PGRI, Jejen Musfah, mengatakan, polemik ini masih sebatas wacana. Ia pun meminta agar Kemendikbud menjelaskan mengenai polemik ini.
"Baru wacana, Kemendikbud harus segera mengklarifikasi hal ini. Masyarakat wajib mendapatkan informasi valid. Di era pandemi ini seharusnya pemerintah meminimalisir pernyataan yang kontraproduktif atau meresahkan tetapi fokus pada program PJJ (pembelajaran jarak jauh) atau belajar dari rumah," ungkap Jejen saat dikonfirmasi kumparan, Jumat (18/9).
Jejen mengatakan, apabila mapel Sejarah dihilangkan dari daftar mapel wajib tentu akan berdampak bagi ingatan generasi bangsa terhadap sejarah Indonesia dan para guru Sejarah yang akan kehilangan profesinya.
"Jika dihilangkan maka generasi akan tidak tahu sejarah bangsanya. Padahal materi sejarah penting untuk pembentukan sikap cinta NKRI, patriotisme, dan bela negara. Jika hilang maka nasib guru Sejarah akan abu-abu terkait jam mengajar dan pemberian tunjangan profesi guru," pungkasnya.
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
