Muncul Varian Omicron Orthrus: Menkes Imbau Jangan Panik, Imunitas Sudah Kuat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkes Budi saat dijumpai wartawan usai acara Kemenko PMK yang bertajuk "Gerakan Penimbangan Bulanan Nasional untuk Percepatan Penurunan Stunting," Jakarta, Selasa (28/2/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkes Budi saat dijumpai wartawan usai acara Kemenko PMK yang bertajuk "Gerakan Penimbangan Bulanan Nasional untuk Percepatan Penurunan Stunting," Jakarta, Selasa (28/2/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tenang dalam menghadapi munculnya virus Omicron subvarian Orthrus. Budi menyebut saat ini imunitas masyarakat Indonesia sudah tinggi sehingga tidak perlu terlalu khawatir.

“Saya lihatnya yang terakhir varian Kraken, yang Orthrus terus terang saya belum lihat. Tapi yang saya lihat adalah tidak ada kenaikan jumlah kasus baru di Jakarta,” jelas Budi usai acara Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (28/2).

“Jadi virus itu akan bermutasi dan akan sangat banyak bisa sehari 2-3 di dunia. Jadi tidak usah terlalu panik karena adanya varian baru yang penting adalah imunitas kita kuat sehingga tidak ada lonjakan,” kata Menkes.

Sebelumnya kasus COVID varian Orthrus kembali bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melaporkan temuan kasus Omicron subvarian baru, Orthrus, per Selasa (28/2) jumlahnya mencapai 34 kasus. Beruntung semuanya sudah dinyatakan sembuh tanpa harus menjalani perawatan di rumah sakit.

34 Orang itu terdiri dari 1 balita, 28 dewasa dan 5 lansia. Status vaksinasi 10% belum menerima vaksin sama sekali, 15% sudah dosis 2 dan 75 persen sudah dosis 3. Sebanyak 25 Orang gejala ringan dan sisanya tanpa gejala.

"Sudah ditemukan 34 orang positif varian Orthrus Omicron CH.1.1 di Jakarta. Di mana 21 orang domisili Jakarta dan 13 orang lainnya domisili luar Jakarta," kata Kepala Seksi Surveillance, Epidemologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta dr Ngabila Salama, MKM, Selasa (28/2).

"Semua sudah sembuh dan tidak ada yang meninggal atau dirawat di RS. Terakhir ditemukan positif PCR-nya tanggal 9 Februari dan sudah sembuh," jelasnya.