MURI Pilih 3 Foto Terbaik Pemecahan Rekor Selama 2018

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arbain Rambey, Jaya Suprana, dan Darwis Triadi menunjukan foto peserta juara 1, 2, dan 3. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Arbain Rambey, Jaya Suprana, dan Darwis Triadi menunjukan foto peserta juara 1, 2, dan 3. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menggelar lomba foto pemecahan rekor MURI dari berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2017-2018. Foto-foto yang masuk akan dinilai oleh fotografer Darwis Triadi, photojournalist Arbain Rambey, dan penggagas MURI Jaya Suprana.

Tercatat, ada 260 foto dari 91 peserta yang diikutsertakan dalam lomba tahunan ini. Namun, setelah proses seleksi, para dewan juri sepakat memilih tiga foto terbaik sebagai pemenang.

Peringkat pertama diraih oleh Hendry Hamim dengan karyanya yang berjudul 'Berkumpul'. Foto tersebut diambil saat pemecahan rekor konfigurasi perahu jukung pasar terbanyak di Banjarmasin.

Juara 2 Lomba Foto Muri 2018. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Juara 2 Lomba Foto Muri 2018. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)

Sementara, posisi runner up diraih oleh Galuh Azhar Wicaksana dengan fotonya yang bertajuk 'Hudoq Cross Border' yang diambil saat pemecahan rekor pagelaran hudoq oleh penari terbanyak di Mahakam Ulu. Sedangkan posisi ketiga diraih oleh Choirul Anwar dengan foto 'Leak Lost in City'.

Salah satu juri, Darwis Triadi, menyebut pemenang dipilih melalui berbagai macam pertimbangan. Salah satunya adalah pertimbangan teknis dan non-teknis.

Juara 3 Lomba Foto Muri 2018. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Juara 3 Lomba Foto Muri 2018. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)

"(Salah satunya) pertama adalah berbeda, kedua adalah bisa dilihat secara baik. Bukan berbeda dengan yang lain ngaco, kan enggak. Banyak sekali yang bisa kita pertimbangkan," kata Darwis di Jaya Suprana School of Performing Arts, Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (20/12).

Sementara, penggagas MURI Jaya Suprana menuturkan, secara garis besar secara kuantitas maupun kualitas peserta lomba tahun ini bertambah. Apalagi, menurutnya, secara umum para peserta sudah bisa mengungkapkan jati diri MURI dalam setiap foto tersebut.

Proses penjurian Lomba Foto MURI di Jaya Suprana School of Performing Art, Jakarta Utara. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Proses penjurian Lomba Foto MURI di Jaya Suprana School of Performing Art, Jakarta Utara. (Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan)

"Yang kelas, secara kuantitas peserta meningkat. Tapi secara kualitas pun, saya perhatikan sukma dari MURI ini terungkap, karena sebetulnya MURI ini cuma alat untuk mencapai sesuatu, yaitu ungkapan kebanggaan nasional terhadap budaya bangsa kita," ungkap Jaya.

Selain itu, Jaya juga menyebut 20 foto yang menjadi favorit akan dipamerkan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada Februari 2019 mendatang. Ia menilai, foto itu bisa menjadi salah satu sambutan selamat datang bagi para turis yang datang.

“Yang saya bahagia tahun depan ini akan dipamerkan di bandara yang itu menurut saya bagus sekali para turis dari luar negeri pun dapat melihat foto-foto karya fotografi tentang kegiatan MURI,” ujarnya.