Murka Ibu Diperkosa, Pria di Probolinggo Tusuk Tetangga hingga Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penusukan. Foto: DedMityay/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penusukan. Foto: DedMityay/Shutterstock

Holili Abdianto (23), warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jatim, murka saat tahu ibunya diperkosa dan diancam oleh tetangganya yang bernama Torawi (59).

Holili langsung mencari Torawi dan menusuknya hingga tewas, pada Senin (9/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Torawi mengalami luka tujuh tusukan di tubuhnya.

Kanitreskrim Polsek Banyuanyar, Aipda Andre Okta, mengatakan, peristiwa ini berawal saat Holili mendapat informasi bahwa ibunya telah diperkosa oleh Torawi.

Ibu Holili mengatakan pemerkosaan itu terjadi seminggu lalu. Saat itu ibu Holili juga diancam oleh Torawi agar tidak memberi tahu hal ini kepada siapa pun.

Namun, ibu Holili akhirnya menceritakan peristiwa perkosaan itu kepada anaknya.

Mendengar cerita ibunya, Holili naik pitam dan langsung mencari Torawi di rumahnya.

Saat Torawi pulang usai menghadiri acara Maulid Nabi, Holili langsung menikam korban di pekarangan rumahnya.

"Setelah menikam korban, pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polsek Banyuanyar dengan diantar langsung oleh ayahnya. Saat ini, pelaku sudah kami amankan," kata Andre, Kamis (12/10).

Sementara Torawi langsung dievakuasi warga ke klinik Nurrizma Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar.

Namun, nyawa Torawi tak tertolong karena kehabisan darah dan langsung dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Probolinggo, untuk diautopsi.

"Ayah pelaku sendiri memang tidak tahu penganiayaan yang dilakukan oleh anaknya ini lantaran sakit hati setelah ibunya diperkosa. Ayahnya tahu saat menyerahkan anaknya ke Polsek Banyuanyar," ucapnya.

Kesaksian warga

Kepala Dusun Pendo, Desa Liprak Kidul, Nur Hasan, menceritakan bahwa Holili menusuk korban di bagian belakang tubuhnya menggunakan pisau.

"Saat dicegat, pelaku langsung menusuk korban di bagian belakang. Meski sudah ditusuk pakai pisau, korban memang sempat melarikan diri, tapi karena mungkin banyak kehilangan darah, ketika sampai di Puskesmas Banyuanyar, korban sudah meninggal dunia," kata Nur Hasan.

Sementara itu, keponakan korban, Zainal Abidin (42), menjelaskan, ketika itu korban naik motornya sendirian menuju rumahnya.

Saat sampai di pekarangan rumahnya, tiba-tiba Torawi ditusuk dan terjatuh. Korban berusaha melarikan diri, namun tak kuat berdiri dan kembali ditusuk oleh pelaku.

"Pelaku sendirian dan korban ini juga sendirian, jadi setelah ditikam pertama kali korban ini sempat melarikan diri dengan mengendarai sepeda motornya, tapi saat jatuh ditikam lagi sama pelaku," jelas Zainal.