Myanmar Mencekam, China Minta Warganya Tinggalkan Perbatasan

28 Desember 2023 15:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Perempuan anggota Pasukan Pertahanan Rakyat Mandalay (MDY-PDF) menuju garis depan di tengah bentrokan dengan militer Myanmar di Negara Bagian Shan pada 10 Desember 2023. Foto: STR/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perempuan anggota Pasukan Pertahanan Rakyat Mandalay (MDY-PDF) menuju garis depan di tengah bentrokan dengan militer Myanmar di Negara Bagian Shan pada 10 Desember 2023. Foto: STR/AFP
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kedutaan Besar China di Myanmar pada Kamis (28/8) memerintahkan warganya yang berada di distrik bagian utara perbatasan kedua negara untuk meninggalkan wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
Perintah ini muncul menyusul timbulnya ancaman keamanan akibat kekerasan yang terjadi antara junta militer dengan berbagai kelompok etnis minoritas setempat dalam beberapa bulan terakhir.
Dikutip dari AFP, situasi di Myanmar — yang sudah memburuk sejak kudeta militer pada 2021, menjadi semakin mencekam ketika aliansi kelompok etnis bersenjata meluncurkan serangan terhadap militer di Negara Bagian Shan pada Oktober lalu.
Kelompok etnis bersenjata yang tergabung dalam aliansi itu antara lain Tentara Arakan (AA), Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA).
Sejak Oktober, aliansi ketiga kelompok etnis bersenjata telah berhasil mengambil alih beberapa kota dan pos militer yang terletak di jalur perdagangan vital dengan China, sekutu dekat Myanmar.
Perempuan anggota Pasukan Pertahanan Rakyat Mandalay (MDY-PDF) berjaga di base camp mereka di hutan dekat Kotapraja Namhsan di Negara Bagian Shan, bagian utara Myanmar pada tanggal 9 Desember 2023. Foto: STR/AFP
Pemberontakan kelompok etnis bersenjata ini pun telah membawa tantangan terbesar bagi kepemimpinan junta sejak mengambil alih pemerintahan demokratis Aung San Suu Kyi tahun 2021.
ADVERTISEMENT
Mencekamnya kondisi di Myanmar diprediksi akan terus berlanjut, sebab MNDAA telah bersumpah untuk merebut kembali Laukkai — kota yang terletak di perbatasan dengan China.
Laukkai berada di distrik bagian utara dan saat ini berada di bawah kekuasaan milisi yang bersekutu dengan junta militer, sekaligus terkenal dengan pusat perjudian, prostitusi, dan penipuan online (online scam).
Menurut laporan media lokal, MNDAA pada pekan ini mengatakan bahwa junta militer telah melakukan serangan udara di wilayah Kokang yang mengelilingi Laukkai. Sehingga, titik pertempuran kemungkinan besar akan turut berpusat di sana.
Anggota Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar terlihat berjalan melewati pangkalan militer yang direbut di dekat kota Laukkaing di negara bagian Shan utara Myanmar pada 28 Oktober 2023. Foto: Jaringan Informasi Kokang/AFP
Oleh karena itu, pemerintah Beijing — yang juga berupaya menjadi mediator penyelesaian politik dalam konflik junta dengan kelompok etnis bersenjata, memerintahkan warganya meninggalkan daerah-daerah di perbatasan segera atas alasan keamanan.
ADVERTISEMENT
"Konflik di distrik Laukkai di Kokang, Myanmar utara, terus berlanjut, dan risiko keamanan telah meningkat bagi orang-orang yang terdampar di sana," bunyi imbauan Kedutaan Besar China di Myanmar.
"Kedutaan Besar China di Myanmar sekali lagi mengingatkan warga negara China di Distrik Laukkai untuk mengungsi sesegera mungkin," sambung mereka.
China dan junta militer telah menghadiri sejumlah pertemuan guna membahas krisis yang terjadi. Keduanya telah melakukan beberapa putaran negosiasi, berikutnya bakal digelar pada akhir Desember mendatang.