Nabilah Meninggal Dunia saat Pembaretan Menwa UPN Veteran Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Resimen Mahasiswa (Menwa). Foto: Instagram/@menwaindonesia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Resimen Mahasiswa (Menwa). Foto: Instagram/@menwaindonesia

Kegiatan Menwa kembali memakan korban jiwa. Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) bernama Fauziyah Nabilah menjadi korban diduga akibat kelalaian panitia pembaretan Menwa (Resimen Mahasiswa).

Nabilah yang akrab disapa Lala merupakan mahasiswa jurusan D3 fisioterapi angkatan 2020. Dia mengikuti pembaretan di kawasan Bogor, Jabar. Pembaretan diisi dengan longmarch.

“Almarhum meninggalnya sebenarnya saat perjalanan menuju RSUD Ciawi, tapi sebenarnya kalau yang kita lihat berdasarkan kronologi, ada kelalaian penerapan SOP dari Menwa terkait," kata Befin Figiel selaku Koordinator bidang Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPNVJ saat dihubungi kumparan, Selasa (30/11).

"Nah, jadi korban almarhum Lala diduga kesurupan, padahal dia kelelahan. Ketika kesurupan ini, dipanggil ustaz gitu, orang pintar, bukan (dibawa) ke rumah sakit,” lanjut Befin.

Menurut Befin, Menwa tidak melakukan pengecekan kesehatan sebelum melakukan long march. Kegiatan pembaretan Menwa ini rupanya juga tidak memiliki izin resmi dari pihak kampus.

“Jadi dia enggak ngeluh secara langsung, tapi keliatan dari gerak geriknya beliau kelelahan, terus sebenarnya sudah coba dimasukin ke ambulans, tapi beliau (korban) memutuskan untuk jalan lagi, tapi tiba-tiba beliau mengalami kesurupan, yang mana kesurupan ini sebenarnya kejang-kejang,” lanjut Befin.

Menurut Befin, keputusan pihak Menwa tidak langsung membawa korban ke rumah sakit adalah sebuah kesalahan yang fatal.

“Soalnya, kan, seharusnya kalau menurut SOP yang berlaku, ketika ada sesuatu yang terjadi kepada salah satu peserta seharusnya pihak panitia itu harus menerapkan prosedur yang berlaku untuk membawa peserta ini ke rumah sakit, kan seharusnya seperti itu,” jelas Befin.

Menurut Befin, korban tidak memiliki riwayat penyakit apa pun. Diduga penyebab utama kematian korban adalah akibat kelelahan, bukan karena tindakan kekerasan.

“Sejauh ini untuk kekerasan enggak ada dugaan, ya,” pungkas Befin.

Saat ini rektorat UPNVJ sedang meninjau kasus ini. Sedangkan Menwa untuk sementara dibekukan.

Hingga kini, pihak Menwa belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi kejadian tersebut.