Nadiem Bakal Tambah Penerima KIP Kuliah Jadi 1,04 Juta Mahasiswa di 2025
·waktu baca 2 menit

Mendikbudristek, Nadiem Makarim, bakal menambah sasaran penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) di tahun 2025 menjadi 1.040.192 mahasiswa.
Sebelumnya di tahun 2024, hanya ada total 985.577 mahasiswa penerima KIPK. Anggaran yang digelontorkan juga bertambah dari Rp 13,9 triliun menjadi Rp 14,70 triliun.
“Kegiatan: KIP Kuliah; Sasaran: 1.040.192 mahasiswa; Anggaran: Rp 14,70 triliun,” demikian data dalam paparan pagu indikatif Kemendikbudristek tahun anggaran 2025 saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis (13/6).
KIP merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat miskin menempuh pendidikan tinggi.
Persyaratan untuk mendapatkan bantuan KIP ini juga cukup kompetitif sebab dari tahun ke tahun, jumlah pendaftar KIP Kuliah jauh lebih banyak dibanding kuota yang disediakan pemerintah. Dilansir puslapdik.kemendikbud.go.id, terdapat dua golongan prioritas penerima KIP, yakni:
Diprioritaskan pemilik KIP Pendidikan Menengah saat di SMA/SMK/MA atau peserta Paket C.
Prioritas berikutnya adalah pendaftar yang keluarganya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial atau yang menerima program bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Percepatan Penghapusan Kemiskinan ekstrem (PPKE) Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pendaftar dari panti asuhan, atau mahasiswa dengan pendapatan kotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp 4.000.000 per bulan atau Rp 750.000 per anggota keluarga yang dibuktikan dalam bentuk Surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dikeluarkan dan dilegalisasi oleh pemerintah, minimum tingkat desa/kelurahan.
Di satu sisi, alokasi KIP-Kuliah ini juga diwarnai kontroversi. Media sosial sempat diramaikan dengan informasi soal mahasiswa berbagai kampus KIPK yang hidup mewah.
