Nadiem Dukung Hadirnya Inovasi Berbasis Pengurangan Risiko Lewat Kampus Merdeka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: dok. kemdikbud.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: dok. kemdikbud.go.id

Mendikbudristek Nadiem Makarim mendukung hadirnya inovasi yang transformatif dalam dunia riset di bidang kesehatan dan lingkungan melalui perspektif pengurangan risiko (harm reduction).

Menurutnya, Program Kampus Merdeka yang diluncurkan pada 2020 lalu dapat menjadi penggerak untuk melahirkan inovasi-inovasi pengurangan risiko di kedua bidang tersebut.

“Program Kampus Merdeka mendorong mahasiswa untuk melihat dan mengalami situasi di luar kampus serta mencari cara untuk mengatasi tantangan riil di masyarakat,” kata Nadiem dalam webinar yang diselenggarakan Center for Healthcare Policy and Reform Studies (CHAPTERS).

Menurut Nadiem, agar dapat memitigasi risiko di masa depan, harus tercipta inovasi yang tidak hanya mengandung unsur kebaruan tapi juga menggerakkan perubahan.

“Sebagai contoh misalnya ada inovasi yang berfokus pada efektivitas daur ulang sampah, pengurangan bahaya tembakau, dan berbagai upaya baru untuk mengedepankan sanitasi dan kesehatan masyarakat,” ungkap Nadiem.

Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Permasalahan kesehatan maupun lingkungan cenderung membawa risiko yang besar namun terkadang terlewat dari perhatian masyarakat, termasuk kalangan akademisi.

Agar civitas akademika semakin terdorong melakukan riset, Nadiem mengungkapkan Kemendikbudristek juga memperkuat ekosistem di ruang lingkup perguruan tinggi. Salah satunya dengan mendorong kerja sama antara dunia pendidikan dan industri melalui program joint research.

“Melalui platform Kedaireka (Kedaulatan Indonesia dalam Reka Cipta), perguruan tinggi bertemu perusahaan lalu berkolaborasi menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan dunia nyata dengan dukungan matching fund dari Kemendikbudristek,” ujarnya.

Ilustrasi kampus. Foto: Pixabay

Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan akan berperan aktif dalam upaya mengurangi risiko dari sejumlah isu yang tengah dihadapi saat ini dan masa mendatang. Nadiem optimistis Program Kampus Merdeka akan melahirkan inovasi-inovasi kreatif.

“Mari kita menggerakkan perubahan dengan sama-sama mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” tegasnya.

Pembicara lain yang hadir dalam webinar tersebut juga menjabarkan soal pentingnya kajian pengurangan risiko di bidang kesehatan dan lingkungan.

Prof (Ris) Dr. Endang Sukara selaku pakar Life Science dan Guru Besar UNAS menjelaskan inovasi serta penelitian di bidang bioteknologi harus lebih banyak didorong oleh universitas karena berpotensi besar mengurangi risiko Kesehatan dan lingkungan.

“Dalam konteks pengurangan bahaya lingkungan, riset trans atau meta disiplin dapat menjadi awal solusi penyelesaian masalah lingkungan,” paparnya.