Nadiem: Hanya 22% Sekolah Gelar Tatap Muka, padahal Diizinkan Sejak Januari 2021

Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri terkait sekolah wajib buka opsi tatap muka apabila guru dan tenaga pendidik sudah divaksin corona. Hal ini tak perlu menunggu tahun ajaran baru 2021.
Nadiem mengungkapkan, SKB 4 Menteri ini merupakan lanjutan dari keputusan-keputusan yang sudah berlaku sebelumnya. Ketika sekolah sudah mulai dibuka terbatas Juli 2020 di zona hijau dan kuning.
"Dan di bulan Januari 2021 semua daerah sudah boleh menerapkan tatap muka. Ini kebijakan, banyak sekali yang tanya ke saya, kapan sekolah buka. Sebenarnya pertanyaan itu harus ditujukan ke setiap pemda masing-masing. Karena dari Januari awal tahun ini semua daerah sudah boleh tatap muka terbatas dengan prokes," kata Nadiem dalam jumpa pers virtual, Selasa (30/3).
Jadi ini suatu hal yang mohon dimengerti juga oleh masyarakat bahwa selama tahun ini sebenarnya boleh tatap muka.
-Mendikbud Nadiem Makarim
Namun kenyataannya, di lapangan masih sedikit sekolah yang buka meski sudah diperbolehkan. Hanya sekitar 22 persen dari sekolah yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
"Hanya 22 persen dari total sekolah, bahkan di zona hijau dan kuning. Yang paling besar zona hijau dengan 41 persen. Jadi kami sekali lagi imbau, apalagi buat daerah di mana anak sangat sulit sinyal, sulit Pembelajaran Jarak Jauh, tidak punya gawai ini tanggung jawab setiap pemda pastikan tatap muka terjadi," ungkap Nadiem.
Oleh karena perkembangan tatap muka masih lumayan pelan, maka melalui SKB 4 Menteri, sekolah wajib buka opsi tatap muka apabila guru dan tenaga pendidik sudah divaksin corona. Jadi tidak perlu menunggu tahun ajaran baru Juli 2021.
"Jadi ini kami di pemerintah pusat merasa harus kami dorong lebih jauh lagi. Dan alhamdulillah dengan vaksinasi ada kesempatan untuk akselerasi ini. Kita sekarang ketinggalan dari negara lain. Sudah 85 persen dari negara di Asia Timur dan Pasifik sudah tatap muka," kata Nadiem.
