Nadiem Masih Cari Solusi untuk Siswa di Wilayah 3T yang Kesulitan e-Learning

Di masa pandemi virus corona, para guru dan siswa di perkotaan belajar secara online dengan memanfaatkan teknologi informasi. Mendikbud Nadiem Makarim mewajibkan siswa untuk belajar dari rumah demi menghindari penularan corona.
Sedangkan mereka yang di wilayah desa dengan fasilitas jaringan internet lemah, memanfaatkan program chanel televisi yang telah diinisiasi pemerintah, yakni TVRI.
Namun, masih ada masalah yang belum terselesaikan dan menghambat sebagian murid. Seperti dialami para murid di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, terluar).
Banyak guru dan murid di wilayah 3T tak bisa mengakses internet, juga tak bisa mengakses program pembelajaran di televisi lantaran tak ada listrik. Dampaknya, pembelajaran terhambat.
Terkait persoalan itu, Nadiem mengaku belum ada solusi dari pemerintah.
“Kalau pun dia tidak punya listrik, nah itulah yang belum ada solusi dari Kemdikbud,” ungkap Nadiem dalam konferensi pers online, Rabu (15/4).
Nadiem mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kemungkinan pendistribusian buku-buku ke wilayah-wilayah 3T tersebut. Namun, katanya, hal itu tidak akan bisa menjadi solusi dalam waktu cepat.
“Kita ada berbagai macam ide dan diskusi bagaimana kita bisa mencari buku-buku, kita distribusikan buku-buku yang menyenangkan untuk menge-push literasi. Tapi itu suatu usaha yang akan makan waktu lama,” tuturnya.
Nadiem mengatakan, pihaknya masih fokus mengevaluasi program yang telah dibuat terkait pembelajaran dari rumah. Ia meyakini, hanya sedikit murid yang tak memiliki akses menonton televisi.
Nadiem membenarkan pembelajaran dari rumah saat ini masih jauh dari ideal atau sempurna kualitasnya. Namun ia berjanji akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan atas itu.
---
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
