Nadiem: Pendidikan Tinggi RI Jangan Kejar Ketertinggalan Saja, Jadi Inovator

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat dengan Komisi X DPR. 
 Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengikuti rapat dengan Komisi X DPR. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Mendikbud Nadiem Makarim mendorong agar pendidikan tinggi Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia. Menurutnya, target yang harus dicapai pendidikan tinggi Indonesia tak hanya soal ketertinggalan dari pendidikan tinggi berbagai negara.

Namun juga target menjadi salah satu inovator di sistem pendidikan tinggi dunia. Sehingga menurut Nadiem, negara-negara akan membahas sistem pendidikan tinggi Indonesia yang maju.

Harapan saya Indonesia bukan saja di pendidikan tingginya hanya mengejar ketertinggalan, harapan saya di akhir 5 tahun atau 10 tahun Indonesia akan dibahas berbagai macam sistem pendidikan tingginya,” jelas Nadiem saat menjadi pembicara di Forum Rektor Indonesia (FRI), Sabtu (4/7).

Nadiem mendorong perguruan tinggi Indonesia menjadi inovator dalam pemikiran leapfrogging atau berkembang dari inovasi kecil menjadi unggul.

“Luar negeri akan membahas kasus Indonesia sebagai salah satu inovator yang mendorong pemikiran leapfrogging daripada sistem pendidikan tinggi di dunia,” jelasnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat menghadiri rapat kerja dengan komisi X di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarat, Kamis (20/2). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Nadiem menjelaskan kampus masa depan harus bisa menciptakan mahasiswa yang tak hanya pandai berbicara dan berdialog namun juga berbasis pada proyek. Kemudian, prodi-prodi juga harus multi disiplin dengan pengajar yang lintas disiplin.

“Kemudian kemitraan dengan industri sektor nirlaba, dan universitas top lainya di dunia. Lalu suatu kampus masa depan yang memerdekakan masa depan untuk cari ilmu di luar kampus, di universitas lain, perusahaan lain, dan format-format lain, di desa project berbakti, mengajar di sekolah,” ungkapnya.

Kuliah lagi? Why not banget! Foto: Istimewa

Nadiem juga menjelaskan kampus masa depan harus menghasilkan penelitian yang berdampak pada dunia nyata dan menghasilkan kebijakan yang nyata.

“Oleh karena itu, ini gambaran visi kampus masa depan yang menyiapkan anak-anak untuk menghadapi revolusi teknologi yang akan terjadi. Kuncinya kemampuan adaptif dan produktif,” pungkasnya.

————-----------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona