Naik atau Tidaknya Kasus Corona di Jakarta Imbas Liburan, Tunggu Akhir Mei

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/3) Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/3) Foto: Haya Syahira/kumparan

Masa libur Lebaran telah selesai. Warga Jakarta yang mudik kini telah kembali ke ibu kota.

Seiring dengan kembalinya para pemudik ada rasa khawatir terjadi lonjakan kasus corona. Sebab berdasarkan pengalaman, setiap libur panjang selalu terjadi kenaikan kasus COVID-19.

Hal itu diakui oleh Wagub DKI Riza Patria. Ia berharap selama mudik maupun saat kembali warga Jakarta taat Prokes sehingga tidak menyebarkan corona.

"Tidak cukup vaksin tapi melakukan Prokes. Tentu harapan kita bersama setelah menerima vaksin dan melaksanakan Prokes tidak diikuti dengan peningkatan penyebaran COVID-19 di Jakarta yang disebabkan arus balik," kata Riza kepada wartawan, Senin (9/5).

Riza mengaku saat ini ada atau tidaknya lonjakan kasus dari momen libur Lebaran belum bisa terlihat. Sebab virus corona butuh waktu inkubasi.

"Kita akan lihat dalam 2 atau 3 minggu ke depan," kata Riza.

Dalam jangka waktu itu, Riza memastikan Pemprov DKI tidak akan membuat kebijakan khusus.

"Tidak ada kebijakan khusus akan dilihat angkanya, kebijakan kita sama," pungkas Riza.