Nakes di Jakarta Tak Lagi Beristirahat di Hotel

10 Juni 2021 8:40
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Anies cek Hotel Grand Cempaka yang jadi penginapan tenaga medis corona. Foto: Facebook/Anies Baswedan
zoom-in-whitePerbesar
Anies cek Hotel Grand Cempaka yang jadi penginapan tenaga medis corona. Foto: Facebook/Anies Baswedan
ADVERTISEMENT
Pembiayaan dari BNPB untuk hotel isolasi di Jakarta tak hanya berimbas pada pasien COVID-19. Para tenaga kesehatan juga terdampak.
ADVERTISEMENT
Bila biasanya, para tenaga kesehatan bisa beristirahat di hotel usai bertugas, kini hal itu tak ada lagi. Lewat Keputusan Gubernur Nomor 675 Tahun 2021, yang diteken 31 Mei 2021, para nakes harus berpindah ke sejumlah lokasi lain mulai dari sekolah hingga wisma.
Berikut lokasi menginap tenaga kesehatan di Jakarta:
  1. SMKN 27 Sawah Besar (35 orang)
  2. SMKN 57 Pasar Minggu (36 orang)
  3. SMKN 24 Cipayung (28 orang)
  4. LPMP Provinsi DKI Jakarta (480 orang)
  5. Gedung PKK Melati Jaya (72 orang)
  6. Jakarta Islamic Center (187 orang)

Hotel Untuk Nakes

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ngecek Hotel Grand Cempaka sebagai tempat istirahat bagi tenaga medis yang menangani kasus corona di Jakarta. Foto: Dok. Pemprov
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ngecek Hotel Grand Cempaka sebagai tempat istirahat bagi tenaga medis yang menangani kasus corona di Jakarta. Foto: Dok. Pemprov
Melihat kilas balik penanganan corona, di awal corona masuk ke Jakarta, tepatnya Maret 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan kamar-kamar hotel untuk dipakai para nakes yang ikut menangani corona di Jakarta.
ADVERTISEMENT
Misalnya saja Hotel bintang 4 Grand Cempaka yang sempat menjadi tempat para tenaga kesehatan beristirahat. Juga hotel lainnya seperti D'Arcici Alhijra, D'Arcici Plumpang, D'Arcici Sunter, dan masih ada hotel lainnya.
Sejumlah tenaga medis yang menangani virus korona di Jakarta tiba di Hotel Grand Cempaka sebagai tempat rehat. Foto: Dok. Pemprov
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah tenaga medis yang menangani virus korona di Jakarta tiba di Hotel Grand Cempaka sebagai tempat rehat. Foto: Dok. Pemprov
Di awal pemberian fasilitas ini, Anies juga mengerahkan chef di hotel untuk memasak makanan para tenaga medis.
Fasilitas ini diberikan untuk melindungi dan melayani para tenaga medis. Bahkan Anies menyiapkan bus Transjakarta khusus untuk antarjemput para tenaga medis.

Setop Pembiayaan Hotel

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah) ngecek Hotel Grand Cempaka sebagai tempat istirahat bagi tenaga medis yang menangani kasus corona di Jakarta. Foto: Dok. Pemprov
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah) ngecek Hotel Grand Cempaka sebagai tempat istirahat bagi tenaga medis yang menangani kasus corona di Jakarta. Foto: Dok. Pemprov
Penyetopan pembiayaan ini dilakukan karena BNPB kehabisan dana untuk membayar tagihan hotel. Saat ini BNPB tengah menunggu penganggaran dana baru untuk kembali bisa menyokong hotel di Jakarta untuk kepentingan penanganan corona.
"Iya, [dihentikan] sementara karena nunggu anggaran, lagi diproses di Dirjen Anggaran, tapi nanti kalau keluar didukung lagi," ujar Plt Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi dikutip dari Antara, Rabu (9/6).
Juru masak menyiapkan makanan untuk tenaga medis corona. Foto: Facebook/Anies Baswedan
zoom-in-whitePerbesar
Juru masak menyiapkan makanan untuk tenaga medis corona. Foto: Facebook/Anies Baswedan
Kasudin Parekraf Jakarta Timur yang juga merupakan PPK Hotel Isolasi OTG dan Nakes DSP BNPB Rus Suharto mengatakan, saat ini dana yang sudah disetor BNPB terkait hotel baru Rp 60 miliar. Sementara hotel yang terpakai untuk isolasi mencapai Rp 256 miliar.
ADVERTISEMENT
Jadi besaran yang belum dibayar BNPB mencapai Rp 196,7 miliar.
"Pembayaran ke pihak penyedia hotel dari BNPB yang sudah ditransfer tahap pertama Rp 30 M dan tahap kedua Rp 30 M. Estimasi kekurangan biaya Rp. 196.757.800.000," ujar Rus saat dihubungi, Rabu (9/6).
"Pastinya kekurangan biaya diperoleh dari hasil perhitungan bersama pihak hotel, Dinas Kesehatan dan Disparekraf," lanjutnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020