Nakes RSD Wisma Atlet yang Terlibat LGBT dengan Pasien COVID-19 Dibebastugaskan

26 Desember 2020 22:09 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Kamis (12/11). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Kamis (12/11). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Oknum tenaga kesehatan (nakes) yang terlibat dalam insiden asusila LGBT dengan pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta kini telah dibebastugaskan.
ADVERTISEMENT
Saat ini, nakes bersama pasien corona tersebut telah dibawa ke kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Iya, sudah secara otomatis oknum nakes tersebut dibebastugaskan dari tugasnya," ucap Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin BS kepada kumparan, Sabtu (26/12).
Untuk sementara ini, pemeriksaan rencananya akan dilakukan di Polres Jakarta Pusat. Herwin juga enggan membeberkan lebih lanjut soal perkembangan penanganan kasus ini dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.
"Detailnya nanti proses penyidikan kami serahkan ke pihak kepolisian," ucap dia.
Petugas memeriksa berkas pasien COVID-19 saat tiba di IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Sebelumnya, Herwin telah membenarkan insiden asusila sesama jenis di RSD Wisma Atlet. Dua pelaku LGBT yang merupakan tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 itu sudah diamankan. Setelah diamankan, kedua terduga pelaku menjalani tes PCR corona.
ADVERTISEMENT
Herwin juga menyesalkan terjadinya insiden asusila di tengah penanganan pandemi corona. Ke depannya, manajemen RSD Wisma Atlet akan memperbaiki pengawasan kepada para penghuninya.
"Kami juga akan mengevaluasi proses rekrutmen relawan medis sebagai bentuk antisipasi," tutup dia.
***
Saksikan video menarik di bawah ini: