NAM Air Tambah Rute Penerbangan Jakarta-Banyuwangi Jadi 2 Kali Sehari

NAM Air, anak perusahaan maskapai penerbangan Sriwijaya Air, akan menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Banyuwangi menjadi dua kali sehari. Manajer NAM Air Banyuwangi, I Gde Chrisna mengatakan akan memulai rencana tersebut pada 16 Agustus mendatang.
"Kami akan menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Banyuwangi PP mulai 16 Agustus. Ini karena pasar di sini tumbuh cukup bagus. Tingkat keterisian (re: faktor muat) penumpang rata-rata di atas atau minimal 90 persen," ujar Chrisna di Banyuwangi, Sabtu (5/8), seperti dilansir Antara.
Chrisna menuturkan, keseriusan pihaknya untuk membuka dua kali penerbangan lantaran didukung oleh animo masyarakat dan perkembangan ekonomi yang kian meningkat di wilayah paling timur Pulau Jawa itu.

"Selama 1 Juli sampai 31 Juli saja, rata-rata tingkat keterisian atau seat load factor/SLF pesawat Nam Air rute Jakarta-Banyuwangi mencapai 93 persen. Kebanyakan wisata dan bisnis ke Banyuwangi," kata Chrisna.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merespons kabar baik tersebut. "Ini menunjukkan dunia penerbangan Banyuwangi cukup menjanjikan," ujar Anas dalam keterangan tertulis Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
NAM Air pertama kali membuka rute penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi pada 16 Juni lalu. Setiap hari, NAM Air berangkat dari Jakarta pukul 07.00 WIB, dan tiba di Banyuwangi pukul 08.30 WIB. Lalu terbang kembali ke Jakarta dari Banyuwangi pukul 09.00 WIB, dan sampai di ibu kota pukul 10.30 WIB.

Untuk jadwal tambahan nanti, NAM Air akan menambah keberangkatan dari Jakarta pukul 13.35 WIB, dan tiba di Banyuwangi pukul 15.00 WIB. Sedangkan dari Banyuwangi, akan berangkat pukul 15.30 WIB dan mendarat di Jakarta pukul 16.55 WIB. Itu berarti, akan ada dua jadwal penerbangan direct flight Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya.
Menyusul NAM Air, nantinya, Garuda Indonesia dan Wings Air juga akan membuka tiga penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi PP (Pulang-Pergi) pada 21 Agustus mendatang.

Anas menuturkan, tidak hanya warga Banyuwangi yang merasa dimudahkan nantinya dengan rencana tesebut. Akan tetapi, masyarakat sekitar seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, dan Bali barat juga akan merasakan keuntungan, baik dari segi wisata maupun perkembangan ekonomi.
"Banyuwangi menjadi pendorong ekonomi kawasan timur Pulau Jawa dan Bali bagian barat. Rute ini juga makin meningkatkan arus wisatawan mancanegara, sehingga Banyuwangi bisa berkontribusi menyukseskan target Presiden Jokowi mencapai 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019," kata Anas.
