Nama Kaesang Muncul di Survei Pilkada Jateng, Bagaimana Kansnya?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, saat menghadiri agenda Kopi Darat Wilayah (Kopdarwil) se-Jawa Timur di Gedung Dyandra, Surabaya, Jumat (3/11/2023). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, saat menghadiri agenda Kopi Darat Wilayah (Kopdarwil) se-Jawa Timur di Gedung Dyandra, Surabaya, Jumat (3/11/2023). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Nama putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, tiba-tiba muncul dalam survei bursa Pilkada Jateng 2024. Survei ini dikeluarkan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Minggu (30/6) dan menggunakan simulasi nama terbuka.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, menyebut saat ditanya top of mind responden soal calon Gubernur Jateng, nama Ahmad Luthfi berada di posisi puncak dengan elektabilitas 5,2%. Baru di nomor dua, ada nama Kaesang dengan 2,5%.

"Pada simulasi top of mind, mayoritas belum menentukan pilihan. Sementara Irjen Pol Ahmad Luthfi paling banyak disebut 5,2 persen, kemudian Kaesang Pangarep 2,5 persen, Sudaryono 2,1 persen, Bambang Wuryanto 1,8 persen, Dico Ganinduto 1,7 persen dan Taj Yasin Maimoen 1,5 persen," kata Djayadi dalam paparan virtual.

Survei LSI soal kondisi politik Jelang Pilgub Jateng. Foto: LSI

Sedangkan di simulasi 21 nama terbuka, Kaesang justru unggul dengan elektabilitas 15,9%, dan Ahmad Luthfi berada di posisi kedua dengan 12,9%. Sedangkan yang belum menentukan pilihan ada sebanyak 19,5%.

"Pada simulasi semi terbuka 21 nama, Kaesang Pangarep paling banyak dipilih 15,9 persen, Irjen Pol Ahmad Luthfi 12,9 persen, Abdul Wahid 7,8 persen, Raffi Ahmad 6,8 persen, Bambang Pacul 5,8 persen, Sudaryono 4,7 persen, Hendrar Prihadi 4,7 persen dan nama lain lebih rendah," kata Djayadi.

Survei ini digelar pada 21-26 Juni 2024 dengan melibatkan 1.200 warga jawa Tengah yang dipilih menggunakan metode double sampling. Margin of error survei ini berada di angka 2,8% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Elektabilitas Kaesang Dipengaruhi Tingkat Kepuasan ke Jokowi

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep di kawasan Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/1/2024). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Dalam survei itu, LSI juga menemukan adanya hubungan erat antara tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi dengan suara Kaesang dan Ahmad Luthfi. Ahmad Luthfi yang menjabat sebagai Kapolda Jateng itu beberapa waktu ini disebut-sebut sebagai calon yang "diendorse" oleh Jokowi.

“Masyarakat Jawa Tengah atau pemilih Jawa Tengah yang menyatakan puas dengan kinerja Presiden, dukungannya cenderung lebih banyak ke Kaesang lalu diikuti oleh Ahmad Luthfi lalu ke Taj Yasin Maimoen,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan, dalam paparannya Minggu (30/6).

Dalam survei LSI, tingkat kepuasan warga Jawa Tengah terhadap Jokowi masih cukup tinggi. Angkanya mencapai 81,5%. Ini terdiri dari warga yang sangat puas 23,7% dan yang puas 61,3%.

Kaesang Diprediksi Unggul, Siapa Pun Pasangannya

Kaesang tiba di Konser Solidaritas Kampanye Akbar di Lapangan Reformasi, Kota Medan, pada Rabu (24/1/2024). Foto: Tri Vosa/kumparan

Djayadi Hanan membeberkan, elektabilitas Kaesang di Jateng punya pengaruh kuat terhadap pasangan calon yang mendampinginya jika ia maju di sana. Dalam simulasi tiga paslon, Kaesang tampak unggul siapa pun pasangannya.

Dalam simulasi paslon Ahmad Luthfi-Kaesang Pangarep berada di posisi pertama dengan elektabilitas 41,9%. Diikuti oleh pasangan Sudaryono-Taj Yasin Maimoen dengan 21,1%. Terakhir pasangan Bambang Wuryanto-Yusuf Chudlori dengan 14,0%. Sementara 23,0% tidak tahu.

Jika Kaesang dipasangkan dengan Taj Yasin Maimoen, survei menunjukkan pasangan Kaesang Pangarep-Taj Yasin Maimoen berada di posisi pertama dengan elektabilitas 32,6%. Ahmad Luthfi-Sudaryono di peringkat kedua dengan 29,7% dan Bambang Wuryanto-Yusuf Chudlori 14,4%.

Survei LSI simulasi 3 kandidat Pilgub Jateng. Foto: LSI
Survei LSI simulasi 3 kandidat Pilgub Jateng. Foto: LSI

Ini berbeda bila variabel nama Kaesang tidak dimasukkan ke simulasi pasangan mana pun.

Survei menunjukkan Ahmad Luthfi-Taj Yasin unggul jauh dengan elektabilitas 40,4%. Kemudian diikuti oleh Sudaryono-Dico Ganinduto dengan 15,3%. Sementara Bambang Wuryanto-Yusuf Chudlori di 15,2%.

Kemudian simulasi 3 pasangan apabila nama Kaesang dan Bambang Wuryanto dihilangkan, pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen masih berada di urutan teratas dengan elektabilitas 44,7%. Lalu pasangan Sudaryono-Dico Ganinduto dengan 16,3%. Terakhir Hendrar Prihadi-Yusuf Chudlori dengan elektabilitas 10,6%.

Peta Pilgub Jateng Masih Cair

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Meski demikian, menurut Djayadi, peta politik di Jateng masih sangat cair. Apalagi di Jateng tak ada calon incumbent karena gubernur sebelumnya, Ganjar Pranowo, sudah menjabat dua periode.

“Pilkada di Jateng karena tidak ada incumbent peta politiknya masih cair,” kata Djayadi dalam paparannya, Minggu (30/6).

Namun, dari hasil surveinya, Djayadi memprediksi akan ada 3 sampai 4 nama yang mampu bersaing yang berpotensi menguasai perolehan suara. Meski hingga saat ini belum ada nama yang punya elektabilitas dominan.

“Walaupun masih cair ada 3 atau 4 nama yang cenderung bersaing cukup ketat, yaitu Kaesang Pangarep, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen dan Bambang Pacul,” kata Djayadi.

Pengamat soal Kaesang Muncul di Bursa Pilkada Jateng

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari Foto: Nabilla Fatiara/kumparan

Nama Kaesang sebelumnya banyak dibicarakan di Pilkada Jakarta, namun hampir tak pernah muncul di Jateng. Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, mengaku heran mengapa Kaesang yang selama ini diwacanakan maju di Pilgub Jakarta justru malah unggul di Jateng tanpa wacana.

“Di Jawa Tengah sudah ditunjukkan oleh Bang Djayadi angkanya Kaesang nomor 1 padahal belum diwacanakan sama sekali,” kata Qodari dalam rilis temuan survei LSI, Pilkada di Daerah Kunci: Siapa Unggul di Jawa Tengah?, Minggu (30/6).

Qodari pun menilai bahwa Kaesang memiliki peluang menang lebih besar di Pilkada Jawa Tengah daripada di Pilkada Jakarta. Apalagi jumlah penduduk Jawa Tengah jauh lebih besar dari Jakarta.

“Di Jakarta sudah diwacanakan loh maju, nggak nomor 1 dia, di Jateng nggak diwacanakan nomor 1 apalagi kalau diwacanakan. Kalau pertimbangannya semata-mata kuantitatif dan peluang menang, saya kira jawabannya sudah jelas bahwa peluang menang lebih besar di Jawa Tengah,” tuturnya.

Qodari lalu memaparkan perbedaan signifikan jumlah penduduk Jawa Tengah yang ia sebut hampir 14 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan Jakarta, hanya sepertiganya saja.