Nama Sandi Muncul Jadi Pendamping Prabowo, Demokrat Tetap Jagokan AHY

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Amir Syamsudin tiba di rumah dinas SBY di Kuningan (Foto: Fitra Ardianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Amir Syamsudin tiba di rumah dinas SBY di Kuningan (Foto: Fitra Ardianto/kumparan)

Nama Sandiaga Uno muncul sebagai calon pendamping Prabowo Subianto. Pengakuan itu disampaikan politikus PKS Suhud Alynudin. Prabowo selaku capres menawarkan Sandi sebagai cawapres untuk Pilpres 2019.

Sejumlah alasan dikemukakan mengapa Sandi dipilih. Mulai dari pengetahuan ekonomi, modal logistik, hingga usia. PKS sendiri masih menimang nama Sandi. PKS tetap bersandar pada ijtima ulama 212 yang mengusung Salim Segaf atau Ustaz Abdul Somad.

Soal nama Sandi ini bagaimana pandangan Partai Demokrat yang juga rekan koalisi Gerindra di Pilpres 2019? Sebagai catatan, Sandi adalah wakil ketua dewan pembina Gerindra, di bawah Prabowo yang menjadi Ketua Dewan Pembina Gerindra dan juga ketua umum partai ini.

Lalu apa komentar Partai Demokrat terkait ini?

"Saya belum dengar soal itu," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin saat dikonfirmasi, Selasa (7/8).

Namun Amir memberi sinyal, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan lebih baik disandingkan dengan Prabowo. Alasannya dari berbagai lembaga survei, elektabilitas AHY bisa membantu perolehan suara.

Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbincang dengan pedagang saat mengunjungi Pasar Antri di Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (17/3). (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbincang dengan pedagang saat mengunjungi Pasar Antri di Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (17/3). (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)

"Dalam logika politik lebih masuk akal kalau cawapres adalah yang selalu berada pada posisi survei yang rata-rata tinggi. Demokrat menyerahkans sepenuhnya kepada capres koalisi," tegas dia.

Amir juga menyampaikan soal keuntungan bagi partai yang merangkul Demokrat sebagai rekan koalisi.

"Keuntungan nyata yang akan dirasakan pihak yang akan berkoalisi dengan Demokrat adalah dukungan total dan pengalaman dua kali memenangkan pilpres. Manakala seorang mantan pemenang pilpres dua kali seperti SBY termotivasi untuk turun tangan mendukung, itulah modal tak ternilai yang akan dipetik dan dinikmati capres yang merangkul demokrat," beber Amir.

Strategi dan pengalaman hanya ada pada seorang SBY bukan yang lain