Narkotika Jenis Baru Mengancam Indonesia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Badan Narkotika Nasional menemukan sekitar 50 narkotika jenis baru yang beredar di Indonesia dengan wilayah peredaran terbanyak di wilayah DKI Jakarta. Wujud sejumlah narkotika itu dapat diubah.

"Kemarin yang jenis baru 4CMC, itu cair dan bisa dikeringkan menjadi bubuk dan dicampur ke minuman," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional, Komisaris Jenderal Budi Waseso, dalam konferensi pers di Kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (27/2).

Budi mengatakan, jumlah ragam narkotika dapat terus bertambah seiring kemajuan teknologi pengolahan obat.

"Baru saja saya dapat laporan dari China, perkembangan narkotika jenis baru yang di sana itu ada 800 jenis," ujar Budi.

Selain munculnya narkotika jenis baru, Budi mengkhawatirkan akan bertambah pula jenis modus penyelundupan yang lebih variatif. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata Budi, pihaknya akan melakukan pencegahan dan penindakan pendistribusian narkotika secara lebih masif. 

"Kami telah mendistribusikan persenjataan baru ke anggota BNN hingga tingkat Kota dan Kabupaten. Senjata api untuk melakukan penindakkan pemberantasan narkotika oleh jaringan mafia narkotika," kata Budi.

Deputi Pemberantasan BNN, Inspektur Jenderal Arman Depari, menambahkan penyelundupan narkotika ke Indonesia paling banyak dilakukan melalui jalur laut.

"Oleh karena itu, selain bekerjasama dengan Bea Cukai,  BNN akan menjalin kerja sama dengan TNI Angkatan Laut," katanya di konferensi yang sama.