NasDem Dukung Kebijakan WFH Tiap Jumat, tapi Beri Catatan
·waktu baca 2 menit

NasDem menanggapi keputusan pemerintah yang menetapkan WFH setiap hari Jumat dalam rangka penghematan energi. Pemerintah meminta masyarakat hemat menggunakan BBM imbas konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.
Sekjen NasDem Hermawi Taslim mengatakan, pihaknya mendukung penuh kebijakan WFH yang diterapkan pemerintah.
"Menurut saya WFH bisa jadi salah satu cari untuk mengatasi masalah kita saat ini," kata Hermawi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/4).
Meski mendukung, NasDem memberikan beberapa catatan terkait kebijakan ini. Produktivitas harus tetap berjalan normal sehingga roda ekonomi bergerak.
"Dengan catatan WFH betul dimanfaatkan dengan penuh kesungguhan sehingga produktivitas kita tetap terjaga dan penghematan BBM juga tercapai," ucap Hermawi.
Selain itu, NasDem meminta agar pihak-pihak yang terdampak WFH hari Jumat agar benar-benar bekerja dari rumah. Bukan bepergian dan memanfaatkannya sebagai long weekend.
"Di sini dituntut kedewasaan seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan agar tujuan WFH tercapai. Mengingat WFH ditetapkan hari Jumat, maka jangan ada pihak yang memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk long weekend alias istirahat panjang," kata Hermawi.
NasDem menekankan kedewasaan seluruh pihak agar benar-benar mematuhi kebijakan ini.
"Makanya saya bilang dituntut kedewasaan dan kematangan setiap warga negara untuk benar-benar memanfaatkan WFH untuk bekerja di rumah bukan untuk kepentingan lain," tutur Hermawi.
Alasan Hari Jumat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemilihan hari Jumat didasarkan pada praktik yang sudah berjalan di sejumlah kementerian.
“Mengapa dipilih Jumat? Karena memang sebagian sudah beberapa kementerian sudah melaksanakan itu, kerja empat hari dalam satu minggu dengan aplikasi. Ini pasca-dari COVID kemarin,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3).
Selain itu, Airlangga menilai hari Jumat memiliki beban kerja yang relatif lebih ringan dibandingkan hari kerja lainnya.
“Kami pilih hari Jumat karena memang hari Jumat kan setengah, artinya tidak sepenuh hari Senin sampai Kamis,” ujarnya.
Meski kebijakan WFH diterapkan, Airlangga memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal.
