NasDem Sindir Parpol Dukung Pemilu Proporsional Tertutup: Politik Bermuka Ganda
·waktu baca 3 menit

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate memberikan tanggapan terhadap pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Dalam acara PDIP bertajuk Refleksi Akhir Tahun 2022 secara virtual pada Jumat (30/12), Hasto menyindir ada partai di koalisi pemerintahan Jokowi yang sudah memiliki calon presiden sendiri.
Menurutnya, ketika masuk ke koalisi dan memutuskan untuk mendukung presiden, jangan hanya mengambil enaknya saja, lalu mengambil sikap berbeda.
Hasto menambahkan, partai ini tak cuma memiliki calon presiden sendiri di Pemilu 2024 yang berseberangan dengan koalisi. Partai ini juga menunjukkan sikap yang menjadi antitesa dari Jokowi.
Hasto memang tidak secara gamblang menyebut nama partai itu. Namun, patut diduga bahwa pernyataan Hasto ini menyindir NasDem.
Sindir Balik
Menyikapi sindiran dari Hasto, Plate tidak mau ambil pusing. Malah Plate menyindir balik ada parpol yang ingin pemilu proporsional tertutup.
"Yang mendukung proporsional tertutup kemungkinan berasal dari kelompok oligarki dari tokoh-tokoh galau internal parpol yang ingin merebut kekuasaan secara paksa, tidak melalui pemilihan umum legislatif yang terbuka dan fair," kata Plate saat dikonfirmasi.
Sejauh ini, PDIP merupakan parpol yang lantang menyuarakan agar Pemilu dilakukan proporsional tertutup. Dalam proporsional tertutup, penentuan calon anggota legislatif di semua tingkatan akan menjadi kewenangan parpol; pemilih hanya mencoblos partai, bukan caleg.
"Negosiasi coblos caleg dan tanda gambar parpol merupakan bagian dari paket kesepakatan pansus atas beberapa butir isu krusial termasuk isu Presidential Threshold saat pembahasan kodefikasi UU Pemilu oleh Pansus Pemilu DPR RI 2014/2019," kata Plate.
Plate mengaku tidak habis pikir ada parpol yang ingin pemilu proporsional tertutup. Sebab, hal itu sama saja seperti merampas hak konstitusi masyarakat.
"Jasmerahlah kawan, jangan “ahistoris” dan hanya menguntungkan partai dewe tanpa mempertimbangkan kekerabatan politik dan kegotongroyongan politik yang selama ini digembar gemborkan. Politik Bermuka Ganda namanya kawan," ucap Plate.
"Hak kedaulatan untuk mengenal, menelusuri, dan menentukan pilihan atas anggota legislatif yang ada pada rakyat janganlah direbut kembali, kawan! Hak konstituen janganlah dirampas, kawan!" tutup Plate.
Pernyataan Hasto
Hasto Kristiyanto menyindir partai koalisi pemerintahan Jokowi yang sudah memiliki calon presiden sendiri.
"Seharusnya ketika mencalonkan seseorang yang berbeda dan jadi antitesa presiden yang menjabat, muncul kesadaran politik untuk menarik diri. Jadi mendukung presiden bukan untuk ambil enaknya, ketika sudah [menjabat] mengambil sikap politik yang berbeda," kata Hasto.
Ada partai yang telah mengambil keputusan mencalonkan presiden, dan di dalam seluruh geraknya, kebijakannya, nyata-nyata jadi antitesa Jokowi," ucap Hasto.
Sindiran Hasto itu ketika dirinya menjawab pertanyaan tentang isu reshuffle kabinet yang baru-baru ini merebak. Isu ini semakin kuat setelah NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Namun, Hasto memastikan, jika ada reshuffle, itu tidak ada hubungannya dengan masalah politik. Reshuffle, lanjut Hasto, tidak menunjuk pada partai tertentu, melainkan merujuk pada hasil evaluasi kinerja menteri.
